1. hingga mencapai urethra posterior. Selama prosedur dijalankan

Topics: Free samples

Type:

Sample donated:

Last updated: April 17, 2019

1.    IVP (intravenous pyelogram)Disebut juga intravenous utherograpm,teknik ini sudah menjadi teknik yang kurang populer dibandingkan denganpencitraan CT yang mampu memberikan gambaran seluruh abdomen.

IVP memberikanpencitraan renal, ureter, dan vesika urinaria. IVP mengunakan material kontrasyang disuntikkan via vena mediana cubiti dan akan terlihat pada urin.Pencitraan ini memerlukan radiografi abdominal untuk mengevaluasi batu ginjaldan kebersihan usus. Gas dan feses akan mengganggu pencitraan dan mengaburkanmorfologi ginjal dan salurannya.1, 22.    Retrograde urethrogram (RUG)RUG merupakan cara paling umum danpencitraan paling awal untuk urethra terkhusus pada segmen urethra anterior.Pasien akan diminta untuk berbaring 45? pada posisi RPO.

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "1. hingga mencapai urethra posterior. Selama prosedur dijalankan..."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

Kateter Foley yangmemiliki dua buah fungsi: mengembangkan balon dan injeksi kontras dimasukkan kedalam urethra. Balon kateter (berisi larutan salin) dikembangkan pada fossanavicularis dan cairan kontras (20-30 ml) diinjeksikan hingga mencapai urethraposterior. Selama prosedur dijalankan tidak diperlukan lubrikasi karena akan berakibatpada kerentanan pergerakan kateter. Pada dasarnya panduan menggunakanfluoroskopi diperlukan selama prosedur, tetapi terkadang tidak memungkinkandalam kondisi darurat. Hasil pencitraan RUG terklasifikasi dalam lima tipe.Tipe I merupakan kondisi patologis yang paling ringan.

Selama injeksi cairankontras sfringter urethra eksternal akan tertutup yang mencegah cairan masuk keurethra bulbus dan posterior sehingga memerlukan tekanan lebih. Hal pentingdalam pencitraan RUG adalah hubungan bulbomembranosa (ujung distal urethramembranosa) yang akan menjadi penilaian untuk menentukan prosedur operasiselanjutnya. Pada kondisi normal, urethra posterior dan verumontanum terlihatjelas dan dapat dijadikan acuan menentukan hubungan bulbomembranosa, kira-kira1-1,5 cm ke arah distal dari inferior verumontanum.2, 3, 4, 53.

    Voiding cystourethrogram (VCUG)VCUG biasanya dilakukan sebagai prosedurlanjutan dari RUG. Berbeda dengan RUG yang digunakan untuk pencitraan urethrabagian anterior, VCUG lebih digunakan untuk urethra posterior sehinggamerupakan salah satu bagian dari antegrade urethrogram. VCUG dilaksanakandengan prosedur mirip dengan RUG, tetapi berbeda pada lokasi injeksi kontras.Pada VCUG kontras diinjeksikan ke dalam vesika urinaria baik melalui katetersuprapubic atau transurethral.

Pencitraan akan dilakukan selama pengeluaranurin (voiding) yang akan menunjukkan beberapa perubahan antara lain pembukaanvesika urinaria, perubahan bentuk urethra bulbus menjadi kurang berbentukkonus, pemanjangan verumontanum, dan dilatasi 6-7 mm urethra membranosa meskitidak signifikan dan tetap menjadi segmen tersempit. VCUG tidak memerlukananastesi (untuk kateter transurethral). Pencitraan VCUG biasanya digunakandalam kasus refluks vesicourethral yang menyebabkan urin bergerak kembalimenuju ureter dan ginjal dari vesika urinaria.

Selain itu juga digunakan untukpengujian muktruisi normal, menentukan lokasi vesika urinaria pada wanita danobstruksi karena BPH pada pria. Dalam beberapa kasus dimana VCUG gagal mendapatkancitra dari urethra posterior dan pada pasien dengan kateter suprapubic beberapaklinisi menggunakan bantuan cystoscope dan radiokontras. 1, 2, 5, 6 4.    NephrostogramNefrostogramjuga menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam pelvis ginjal melalui hanyasaja bentuknya sedikit berbeda (melengkung pada pelvis renalis). Pencitraan inimemerlukan kontras yang dapat mengindikasikan adanya obstruksi maupunekstravasi.

Nefrostomi, alat yang digunakan, juga berguna untuk pembersihanbatu ginjal, pemberian kemoterapi, dan profilaksis untuk pasien dengan tumor dipelvis renalis yang baru menjalani reseksi.2, 75.    Computed TomographyCT scan, meski memberikan citra 3D, tidakmenjadi pilihan utama dalam melakukan pencitraan saluran urinaria.

Suatupenelitian membuktikan bahwa CT scan hanya mampu mendeteksi satu dari tigacedera urethral posterior dan vesika urinaria. CT scan tidak spesifik digunakan,tetapi dapat digunakan sebagai pencitraan awal nonspesifik untuk distorsi dankekaburan bulbocavernosus dan lempeng lemak urogenital, hematom ototischiocavernosus dan otot obturator internus. CT terkadang tidak menunjukkanhasil yang baik dalam citra trauma urethra sebab penggunaan kateter Foley mencegahekstravasasi kontras dan menyebabkan kondisi tidak terdiagnosis. Penggunaan CTscan biasanya ditujukan untuk deteksi obstruksi saluran urinaria (ginjal,ureter, atau urethra), kehadiran masa ekstra renal yang mengganggu saluranurinaria, dan lesi ginjal yang biasanya berupa kista. Setidaknya ada dua kistayang memberikan reaksi berbeda terhadap penggunaan kontras dalam CT scan. Kistabiasa yang berdensitas rendah tidak akan memberikan perubahan dengan penambahankontras IV dan mudah terlihat. Kista malignan bersifat isodense denganparenkima ginjal sehingga membutuhkan kontras IV untuk memperjelasbatas-batasnya.

Meski tidak untuk pencitraan trauma urethra, CT menghasilkancitra khas untuk trauma urethra tipe II dan III. CT biasanya digabungkan denganpemeriksaan RUG. Penggunaan CT tidak dapat digunakan layaknya RUG yangmemberikan citra spesifik trauma urethra, tetapi dapat digunakan memberikancitra pelvis secara menyeluruh, setidaknya meniadakan prosedur RUG yang tidakperlu. CT scan tidak memerlukan anastesi.1, 2, 86.    Magnetic Resonance ImageMRI tidak digunakan sebagai pencitraanprimer dan hanya digunakan untuk melengkapi mengingat citra kompleks yang bisadihasilkan. Citra MRI sendiri menunjukan perbedaan kontras jaringan halus. MRIseringkali digunakan untuk evaluasi preoperative.

MRI menjadi pencitraan yangbaik untuk evaluasi prostat dari sisi anterior-posterior, lateral, hinggasuperior-inferior, mendeteksi defek urethral posterior dan keberadaan jaringanparut di sekitarnya. MRI memiliki keterbatasan dalam memberikan hasil baikuntuk evaluasi urethra anterior kecuali menggunakan kontras. Dalam pencitraanposisi prostat akurasinya mencapai kurang lebih 5mm pada 90% pasien, sedangkanuntuk defek urethra akurasi mencapai kurang lebih 5mm pada 85% pasien. Salah satumodel MRI yang digunakan khusus untuk pencitraan sistem urinaria adalah MRA(magnetic resonance angiogram) yang dapat memberikan citra untuk arterirenalis. Pencitraan ini dapat digunakan dalam mendeteksi penyempitan arteriyang mengakibatkan tekanan darah tinggi.1, 2, 9, 10 7.

    Ultrasonografi USG merupakan prosedur yang paling aman dan minim risikodibandingkan pencitraan lainnya yang menggunakan radiasi pengion. USGmenggunakan transduser yang akan menerima sinyal hasil pemantulan massaviseral. USG abdominal memerlukan gel untuk membantu memperkuat sinyaltransmisi dan memudahkan pergerakan transduser, tetapi tidak diperlukananastesi.

Pada saluran urinaria hilum renalis menghasilkan gema (echogenic),piramida renalis akan menghasilkan sedikit gema yang disebut hypoechoic. Kistaakan menghasilkan pencitraan hitam yang berarti tidak ada gema (anechoic). USG transrektalmenggunakan transduser yang berbeda dengan USG abdominal. Transduser berbentuktabung tipis seukuran jari yang dimasukkan ke dalam rektum dengan prostatberada di sebelahnya. USG transrektal dapat digunakan melihat kelainan padaprostat secara morfologi, tetapi tidak dapat menentukan secara pasti kelainantersebut.

Untuk menentukan apakah hal tersebut merupakan kanker atau hanya BPHbiasanya akan dilanjutkan dengan prosedur biopsi yang membutuhkan sedikitsedatif dan anastesi lokal. Jarum akan dimasukkan di tempat yang sama untukmengambil jaringan prostat.1, 2, 8, 11, 12

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here