A. sebagai bacaan anak merupakan kontruksi yang dibuat

Topics: Social Issues

Type:

Sample donated:

Last updated: September 28, 2019

A.  PENDAHULUANSeiring dengan perkembangan zaman, pada saat inipembentukan karakter merupakan sebuah keharusan untuk lebih ditekankan lagi.Hal tersebut karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dalam proses pembentukankarakter anak. Faktor-faktor tersebut seperti banyaknya kasus yang terjadi saatini dan sudah terpublikasi oleh berbagai macam media pemberitaan antara lainpenyimpangan sosial, kekerasan, tawuran, bullying,pelecehan seksual, serta pengaruh gameonline seperti mencuri, bolos sekolah, berbohong dsb.

Maka dari itu,sebagai salah satu jawaban mengenai persoalan-persoalan masyarakat yang munculdari kurangnya bidang pendidikan dalam memberikan nilai-nilai moral kepada anakatau murid yaitu dengan pencanangan pendidikan karakter.Tujuan dari pendidikan tidak hanya untuk melahirkangenerasi yang cerdas, akan tetapi juga menjadikan generasi yang memilikikarakter yang kuat. Namun prosesnya tidaklah mudah dan signifikan karenamembutuhkan upaya secara terus menerus dan mendalam dalam membuat keputusanmoral yang harus direalisasikan dengan tindakan, sehingga menjadi suatukebiasaan. Dalam merealisasikan semua itu dibutuhkan waktu yang tidak sebentarhingga menjadi suatu kebiasaan dan terbentuknya watakseseorang.Sekolah menjadi salah satu sarana yang pas untukmengajarkan pendidikan karakter kepada anak atau siswa.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Ada beberapa ilmupengetahuan yang dapat mengajarkan pendidikan karakter selain ilmu agama danpendidikan kewarganegaraan, yakni ilmu sastra. Ilmu sastra merupakan media yangcukup efektif dalam mendidik anak. Adanya sastra sebagai bacaan anak merupakankontruksi yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu lengkap dengan ideologiyang membangunnya. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa sastra tidak hanyabersifat estetik tapi sastra juga dapat dipakai sebagai alat kontrol terhadappenyimpangan nilai-nilai kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosialbudaya, hukum, dan agama.Berkaitan dengan ideologi ini, terdapat keinginin untukmerubah kesadaran mental anak melalui pendidikan karakter yang diajarkanmelalui sastra. Hal ini sesuai dengan manfaat sastra yaitu menanamkanpendidikan karakter bagi anak. Hal tersebut menjadikan sastra sebagai ilmupengetahuan yang menanamkan nilai-nilai karakter yang baik dan bermanfaat untukpembacanya seperti anak dan remaja.B.

  PEMBAHASAN1.   SastraBahasa merupakan sebuahsarana komunikasi antar individu yang mencakup tulisan, isyarat, maupunkode-kode lainnya. Bahasa Indonesia berperan penting dalam membentuk sebuah karakterdan kepribadian sepertiketerampilan membaca, menulis, menyimak sertaberbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semakin benar dalam pemilihan bahasa yang digunakan maka akan semakin tinggi sebuah karakter dan kepribadian baik yang terbentuk.Karakter dan kepribadian dapat didukung olehsebuah sastra sebagai sumber inspirasi bagiterwujudnya generasi pribadi yang baik. Dengan demikian, membaca sastra hingga melek sastra dipercaya dapat memperkuat identitas dan kepribadian bangsa Indoneisa.1Secara etimologi sastraberasal dari kata sas dan tra. Kata sas berarti mengajar,mendidik dan memberikan instruksi, sedangkan kata tra merujuk pada alat.

Jadi, dapat diartikan sastra merupakan alat untuk mengajar atau alat untukmemberi petunjuk. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sastraadalah sebuah karya tulis yang memiliki berbagai keunggulan seperti keartistikan,keaslian, keindahan dalam isi maupun yang diungkapkan. Genre sastra padaumumnya berbentuk cerita pendek, roman, drama, puisi, prosa dan lirik.2Menurut Tarigan, sastra memilikiperanan dalam pembelajaran bagi anak, yaitu berperan dalam pendidikan anak bagiperkembangan kognitif, perkembangan kepribadian, perkembangan sosial danperkembangan bahasa.3 Dalamperkembangan bahasa, anak yang membaca maupun hanya menyimak karya sastrasecara langsung maupun tidak langsung kosakata anak tersebut bertambah dan memilikikarakter yang lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, sastra sangat berperandalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak dalam berinteraksi sehari-hari.

Pada kehidupan sehari-hari,kita sering mendengar bahkan menyebutkan sebuah kata cerita anak, bacaan anakatau sastra anak. Penafsiran terhadap kata-kata tersebut oleh para pakar sastramenjadi sangat majemuk.4 Sastraanak adalah citraan dan metafora kehidupan yangdisampaikan kepada anak yang melibatkan baik aspek emosi, perasaan, pikiran,saraf sensori, maupun pengalaman moral serta diekspresikan dalam berbagaibentuk kebahasaan yang dapat dijangkau dan dipahami oleh pembaca anak-anak. Jadi,sebuah buku dapat dibilang sebagai sastra anak jika citraan dan metaforakehidupan yang dikisahkan baik dalam hal isi seperti perasaan, emosi, pikiran,saraf sensori, dan pengalaman moral maupun dalam hal bentuk seperti kebahasaandan cara-cara pengekspresian dapat dijangkau dan dipahami oleh anak-anak sesuaidengan tingkat perkembangan jiwa mereka.

5Nurgiyantoro menyatakan bahwasastra anak memiliki sebuah kontribusi bagi nilai personal dan pendidikan anak.Nilai personal sastra bagi anak, di antaranya untuk perkembangan intelektual, perkembangan emosional anak,perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial, dan pertumbuhan rasa etis danreligius. Sedangkan nilai pendidikan sastra bagi anak di antaranya perkembanganbahasa, membantu anak dalam hal eksplorasi dan penemuan, pengembangan nilaikeindahan, penanaman nilai-nilai multikultural, penanaman kebiasaan dan membaca.6 Kajianterhadap nilai dan manfaat sastra anak bagi kehidupan merupakan sebuah bagiandari pendekatan pragmatik dalam sastra.

Sebuah istilah kata pragmatik menunjukpada efek komunikasi seni. Fungsi menghibur serta bermanfaat inilah yang utama diperhatikandalam mengkaji karya sastra. 2.   Pendidikan KarakterKarakter merupakan akhlakatau sifat yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya.Karakter juga dapat diartikan sebagai tabiat yaitu perbuatan yang seringdilakukan atau kebiasaan. Selain dari individu sendiri, karakter dapat dibentukmelalui hasil bentukan pendidikan seperti dengan cara memberikan pembelajaranterhadap nilai-nilai.7Pendidikan karakter merupakansalah satu bagian yang penting dalam dunia pendidikan.

Dalam Undang-UndangSistem Pendidikan Nasional No 20 Pasal 3 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikannasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsayang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agartujuan tersebut dapat terwujud maka sebaiknya anak-anak diberikan pendidikankarakter sedini mungkin.8 Pendidikankarakter tidak hanya sekadar mengajarkan tentang mana yang baik dan yang tidak baik. Namun, pendidikan karakterjuga mengedepankan penanaman kebiasaan baik sehingga anak dapat memahami mana yang baik dan tidak baik sertamampu merasakan dan terbiasa untukmelakukannya.9 Dengan begitu, pendidikankarakter meliputi pengetahuan yang baik,berperilaku yang baik dan juga merasakan dengan baik.Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen harus dilibatkan termasuk berbagai komponenpendidikan itu sendiri seperti isi kurikulum, proses pembelajaran danpenilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, kualitas hubungan, pengelolaansekolah, pemberdayaan sarana prasarana, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ektrakurikuler, pembiayaan serta ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Tujuandari pendidikan karakter dalam meningkatkan mutu hasil pendidikan di sekolahyang mengarah pada keberhasilan pembentukan karakter dan akhlak mulia anak atausiswa secara terpadu, utuh, dan seimbang serta sesuai standar kompetensilulusan.

Melalui pendidikan karakter ini diharapkan anak atau siswa secaramandiri dapat meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya serta mengkaji danmenginternalisasi maupun mempersonalisasi nilai-nilai akhlak mulia sehingga terwujuddalam perilaku sehari-hari. 3.   Sastra Sebagai Media Pembentukan Karakter AnakSastra mempunyai peran dalamdunia pendidikan, yaitu dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian anak. Ituberarti, sastra diyakini mempunyai peran yang cukup besar dalam usahapembentukan dan pengembangan kepribadian anak. Karya sastra berfungsi sebagaimedia katarsis atau pembersih diri. Menurut para ahli salah satu fungsi sastraadalah sebagai media katarsis atau pembersih jiwa baik itu bagi penulis maupunpembacanya.

Bagi penulis, setelah menghasilkan sebuah karya sastra, jiwa merekaakan mengalami pembersihan,  terbuka danlapang karena telah berhasil mengeluarkan semua beban dalam perasaan danpikiran mereka. Sedangkan, bagi pembacasetelah membaca sebuah karya sastra menjadikanperasaan dan pikiran mereka terasa terbuka,karena telah mendapatkan ilmu dan juga hiburan.Sastra sebagai media katarsisdalam pembelajaran sastra juga dapat dimanfaatkansecara reseptif atau bersifat menerima danekspresif atau kemampuan mengungkapkan dalampendidikan karakter.

Pemanfaatan secarareseptif dapat dilakukan dengan dua langkahyaitu:a.   Pemilihanbahan ajarKarya sastra yang dipilihsebagai bahan ajar yaitu karya sastra yang berkualitas seperti karya sastrayang baik secara estetis maupun etis. Maksudnya yaitu karya sastra yang baikdalam konstruksi struktur sastranya dan juga mengandung nilai-nilai yang dapatmembimbing anak atau siswa menjadi pribadi yang baik.b.   Pengelolaanproses pembelajaranDalam pengelolaan prosespembelajaran, guru diharuskan untuk mengarahkan siswa dalam proses membacakarya sastra.

Guru juga harus mengarahkan siswa agar dapat menemukannilai-nilai positif yang terkandung dari karya sastra yang mereka baca. Gurutidak diperbolehkan membebaskan siswa untuk menemukan maupun menyimpulkansendiri nilai-nilai yang ada dalam karya sastra tersebut. Selanjutnya, gurumembimbing siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai positif yang diperoleh darikarya sastra yang telah dibacanya dalam kehidupan sehari-hari.Adapun pemanfaatan secaraekspresif, karya sastra sebagai media pendidikan karakter dapat dilakukandengan cara mengelola perasaan, semangat, emosi, pemikiran, ide serta gagasandan pandangan siswa ke dalam bentuk kreativitas menulis karya sastra dan bermaindrama, teater, atau film. Sedangkan, Siswa dibimbing untuk mengelola emosi,perasaan, pendapat, ide, gagasan, dan pandangan untuk diinternalisasi dalamdiri kemudian dituangkan ke dalam karya sastra yang akan mereka hasilkan berupadrama, novel, puisi, pantun dan cerpen. Pembelajaran sastra ditujukankepada pertumbuhan sikap apresiatif terhadap karya sastra, yaitu denganmenghargai karya sastra. Menanamkan berbagai pengetahuan dalam pembelajaransastra diantaranya karya sastra (kognitif), menumbuhkan rasa cinta terhadapkarya sastra (afektif) serta melatih keterampilan dengan menghasilkan karyasastra (psikomotor). Kegiatan apresiatif sastra dilakukan melalui beberapakegiatan di antaranya:1.

   Reseptifyaitu seperti membaca dan mendengarkan karya sastra dan menonton pementasankarya sastra.2.   Produktifyaitu seperti mengarang, bercerita, dan mementaskan karya sastra.3.   Dokumentatifyaitu misalnya mengumpulkan cerpen, puisi, dan membuat kliping tentang informasikegiatan sastra. Pada kegiatan apresiasi sastra pikiran, perasaan, dankemampuan  motorik dilatih dandikembangkan. Dari beberapa kegiatan apresiatif, dokumentatif ini merupakankegiatan yang lumayan besar sumbangannya terhadap pendidikan karakter.

Haltersebut karena tidak semua anak atau siswa mau atau mampu mendokumentasikansebuah karyanya.Melalui kegiatan-kegiatan tersebut terbukalah sebuahpikiran yang kritis, kemampuan motorik yang terlatih serta perasaan yang pekadan halus. Dari semua yang telah dipaparkan merupakan modal dasar dalampengembangan pendidikan karakter. Jika kegitan-kegiatan tersebut seringdipraktikkan, maka nilai-nilai karakter yang berasal dari karya sastra akantertanam di dalam alam bawah sadar anak atau siswa. Dengan demikian,nilai-nilai karakter yang tertanam tersebut menjadikan sebuah kekuatan nilairujukan dalam berperilaku lebih baik lagi pada kehidupan sehari-hari. C.  PENUTUPBerdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkanbahwa sastra merupakan alat untuk mengajar atau alat untuk memberi petunjuk. Sastrajuga memiliki peranan dalam pembelajaran bagi anak, yaitu berperan dalampendidikan anak bagi perkembangan kognitif, perkembangan kepribadian,perkembangan sosial dan perkembangan bahasa.

Disini juga membahas mengenaikarakter yaitu akhlak atau sifat yang membedakan antara satu individu denganindividu lainnya. Pendidikan karakter merupakan salah satu bagian yang pentingdalam dunia pendidikan, yakni berfungsi dalam hal mengembangkan dan membentukwatak serta peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sastramempunyai peran dalam dunia pendidikan, yaitu dalam membentuk dan mengembangkankepribadian anak. Melalui kegiatan seperti reseptif, produktif dan dokumentatifmenjadikan sebuah pikiran kritis terbuka, kemampuan motorik yang terlatih sertaperasaan yang peka dan halus. Dari semua yang telah dipaparkan merupakan modaldasar dalam pengembangan pendidikan karakter.

Jika kegitan-kegiatan tersebutsering dipraktikkan, maka nilai-nilai karakter yang berasal dari karya sastraakan tertanam pada diri anak atau siswa. Dengan demikian, nilai-nilai karakteryang tertanam tersebut menjadikan sebuah kekuatan nilai rujukan dalamberperilaku lebih baik lagi pada kehidupan sehari-hari. Adapun saran dalampembahasan ini yaitu dalam pembentukan karakter anak tidaklah mudah dan cepat,maka dari itu bukan hanya di sekolah saja anak mendapatkan pendidikan tetapijuga di rumah. Menggunakan sastra sebagai media pembentukan karakter anak jugadapat dilakukan oleh orang tua, misalkan dengan membacakan sebuah ceritasebelum tidur kepada anaknya.1 Ririn Ayu Wulandari, “Sastra dalam PembentukanKarakter Siswa,” Jurnal Edukasi Kultura Vol.2 No.

2 (2015): hal. 4.2 Tri Ilma Septiana, “Implementasi PendidikanKarakter dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra,” n.d., hal. 9.3 Ririn Ayu Wulandari, “Sastra dalam PembentukanKarakter Siswa,” hal. 4.

4 Mursini, “Kontribusi Sastra Bagi Anak- Anak,” FakultasBahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, n.d., hal. 3.

5 Maman Suryaman, “Pendidikan KarakterMelalui  Pembelajaran Sastra,” CakrawalaPendidikan, 2010, hal. 3.6 Else Liliani, “Pemanfaatan Sastra Anak SebagaiMedia Mitigasi Bencana,” Jurnal Penelitian Humaniora Vol.

15 No. 1(n.d.): hal. 4.

7 Else Liliani, “Mengapa Harus Sastra Anak?=WhyChildren’s Literature?,” Universitas Negeri Yogyakarta, 2016, hal. 3.8 Siti Anafiah, “Sastra Anak Sebagai MediaPenanaman Pendidikan Karakter,” Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,n.d., hal. 4.

9 Else Liliani, “Mengapa Harus Sastra Anak?=WhyChildren’s Literature?,” hal. 3.

Choose your subject

x

Hi!
I'm Garrett!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out