ABSTRAK sarana pengembangan karir, peningkatan status sosial dan

Topics: EntertainmentTV

Type:

Sample donated:

Last updated: July 15, 2019

ABSTRAKPERAN ORANG TUA DALAM PRESTASI BELAJAR ANAKOrangtua adalah orang yang bertanggung jawab utama dalam pendidikan anak-anak.

Paraorang tua yang menentukan masa depan anak. Namun dalam mengakui keterbatasandan peluang yang dimiliki, sehingga orang tua meminta pihak luar lain membantumendidik anak-anak mereka. Pihak lainnya adalah guru di sekolah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Namundemikian, setelah anak-anak dititipkan di sekolah, orang tua tetap untukbertanggung jawab untuk keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Orang tuaberperan penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Indukperan dan tanggung jawab antara lain dapat diwujudkan dengan membimbing kelangsungananak belajar di rumah sesuai dengan program yang telah dipelajari oleh anak-anakdi sekolah belajar. Membimbing anak-anak belajar di rumah dapat dilakukandengan mengawasi dan membantu pengaturan tugas sekolah serta menyelesaikaninstrumen dan infrastruktur anak belajar. PENDAHULUANPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.Lembaga pendidikan yang ada untuk merealisasikan tujuan pendidikannasional tersebut merupakan tumpuan dan harapan para orang tua, siswa danmasyarakat guna memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan sifat-sifatkepribadian utama, sebagai sarana pengembangan karir, peningkatan status sosialdan bekal hidup lainnya di dunia dan di akhirat.Pendidikan adalah sebuah proses yang berlangsung seumur hidup dandapat di lakukan di  lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat.

Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersamaantara keluarga masyarakat dan pemerintah.Berbicara tentang proses pendidikan sudah tentu tak dapatdipisahkan dengan semua upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang berkualitas, sedangkan manusia yang berkualitas itu dilihatdari segi pendidikan, yang telah tergantung secara jelas dalam tujuanpendidikan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut perlu adanya peninjauanberbagai aspek yang mendukung usaha tersebut, terutama dalam prosespembelajaran yang berlangsung. Karena proses pembelajaran akan berpengaruhbesar terhadap tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa.

Berbicara tentanghasil belajar anak, hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan padaanak yang mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan realisasitercapaianya tujuan pendidikan, sehingga hasil yang diukur sangat tergantungkepada tujuan pendidikannya.Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan.Salah satunya ialah peranan orang tua. Orang tua yang memahami tanggung jawabnya,akan berusaha semaksimal mungkin supaya anak-anaknya menjadi pribadi  yang baik. Usaha yang dilakukan orang tuabukan saja memenuhi kebutuhan jasmani, akan tetapi kebutuhan rohani danspiritual pun diajarkan guna menjadi anak yang baik.

oleh karena itu, usahayang dilakukan orang tua semenjak dini akan menjadi bekal setelah anaknya besarnanti.Menurut Gertrude Jaeger bahwa “peranan para agen sosialisasi dalamsistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutamaorang tuanya sendiri”.Keterkaitan orang tua dalam hal pendidikan sangatlah penting,khususnya dalam proses belajar  mengajar,ada pekerjaan rumah yang tidak bisa dijawab, orang tua harus kreatif mencaridari buku yang lain atau membimbing anak mencarikan hal-hal yang lain sehinggaanak merasa bahwa orang tuanya tidak sekedar memberikan uang jajan ataumenyekolahkannya, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan hasilbelajarnya. Dengan kata lain, dalam proses pendidikan maka semua pihakterlibat, baik guru, siswa maupun orang tua. Bahkan sebagian orang berpikirbahwa pendidikan itu hanya merupakan tanggung jawab sekolah, mereka seolah-olahberpikir masalah telah selesai. Padahal orang tua merupakan bagian yang tidakterpisahkan dan keberhasilan anak dalam berprestasi.

 METODEJenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitiandeskriptif, yaitu dengan cara mendeskripsikanfakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis (Ratna, 2007: 53).  Berdasarkan analisis data tadi, ditentukanlahkesimpulan akhir. Kesimpulan tersebut akan memperlihatkan hasil yang didapat..Penelitian ini hanya meneliti dan bertujuan mendeskripsikan peran orang tuadalam prestasi belajar anak.  PEMBAHASANAgar lebihjelas dalam membahas istilah peran orang tua dan prestasi belajar, makaterlebih dahulu akan diuraikan satu persatu istilah tersebut. Peran adalahpelaksana hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan  kedudukannya. Menurut Thamrin Nasution “orangtua merupakan setiap orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atautugas rumah tangga yang dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak danIbu”.

Kata prestasi dalam bahasa Inggris “Achivement” berartihasil yang telah dicapai dari yang telah ditetapkan. Sedangkan dalam KamusBesar Bahasa Indonesia prestasi diartikan sebagai sebuah hasil yang di capaidari suatu pekerjaan/usaha yang telah dilakukan, yang menandai dan memberpenelitian terhadap  baik tidaknya hasilusaha tersebut.Sedangkan, secara umum belajar dimaksudkan sebagai kegiatanpsikofisik menuju perkembangan pribadi utuh, sedangkan secara spesifik belajardimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakansebuah kegiatan menuju terbentuknya kepribadian yang utuh.Menurut ahli psikologi belajar diartikan sebagai suatu proses usahayang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yangbaik, secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu tersebut dalamreaksinya dengan lingkungan.

Prestasi belajar merupakan kunci pokok untuk memperoleh ukuran dandata hasil belajar siswa yang meliputi perubahan perilaku dari tiga buah ranahpsikologis yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahantingkah laku yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik cipta dan rasamaupun yang berdimensi karsa.Menurut Muhibbin Syah, pada prinsipnya bahwa pengungkapan hasilbelajar idealnya meliputi segenap ranah psikologis yang berubah akibat daripengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian, pengungkapan perubahantingkah laku seleruh ranah itu, khususnya ranah rasa siswa, sangat sulit.

Halini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (takdapat diraba).Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi BelajarMudzakir dan Sutrisno(1997) mengemukakan  faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajarsecara lebih rinci, yaitu:a.        Faktor internal (faktordari dalam diri manusia)Faktor ini meliputi:1)  Faktor fisiologi (yangbersifat fisik) yang meliputi: Karena sakit, karena kurang sehat, karena cacattubuh2)  Faktor psikologi(faktor yang bersifat rohani)logi meliputi:a)     IntelegensiSeseorang yang memiliki IQ 110 – 140 dapat digolongkan cerdas, dan yangmemiliki IQ 140 ke atas tergolong jenius. b)     BakatBakat adalah potensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Apabilaseseorang harus mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya, ia akancepat bosan, mudah putus asa dan tidak senang. c)      MinatTidak adanya minat seorang anak terhadap suatu pelajaran akan timbulkesulitan belajar. Ada tidaknya minat terhadap suatu pelajaran dapat dilihatdari cara anak mengikuti pelajaran, lengkap tidaknya catatan dan aktif tidaknyadalam proses pembelajaran.d)     MotivasiMotivasi sabagai faktor dalam (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari danmengarahkan perbuatan belajar.

Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalammencapai tujuan, sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besarkesuksesan belajarnya. e)     Faktor kesehatan mentalHubungan kesehatan mental dengan belajar adalah timbal balik. Kesehatanmental dan ketenangan emosi akan menimbulkan hasil belajar yang baik.b.       Faktor EksternalFaktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang, faktorini meliputi :1)     Lingkungan keluargaKeluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama. Yang termasukfaktor ini antara lain :a)    Perhatian orang tua          Dalamlingkungan keluarga setiap individu atau siswa memerlukan perhatian orang tuadalam mencapai prestasi belajarnya.

Karena perhatian orang tua ini akanmenentukan seseorang siswa dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.Perhatian orang tua diwujudkan dalam hal kasih sayang, memberi nasihat-nasihatdan sebagainya.b)    Keadaan ekonomi orang tua          Keadaanekonomi keluarga juga mempengaruhi prestasi belajar siswa, kadang kala siswamerasa kurang percaya diri dengan keadaan ekonomi keluarganya. Akan tetapi adajuga siswa yang keadaan ekonominya baik, tetapi prestasi prestasi belajarnyarendah atau sebaliknya siswa yang keadaan ekonominya rendah malah mendapatprestasi belajar yang tinggi.

c)     Hubungan antara anggota keluarga          Dalamkeluarga harus terjadi hubungan yang harmonis antar personil yang ada. Denganadanya hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan mendapat kedamaian,ketenangan dan ketentraman. Hal ini dapat menciptakan kondisi belajar yangbaik, sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan baik pula.2)     Lingkungan sekolahYang dimaksud sekolah, antara lain : Guru, faktor alat, kondisi gedung3)     Faktor mass media danlingkungan sosial (masyarakat)a)     Faktor mass mediameliputi ; bioskop, tv, surat kabar, majalah, buku-buku komik yang ada disekeliling kita. Hal-hal itu yang akan menghambat belajar.b)     Lingkungan sosial·                                         Teman bergaul berpengaruh sangat besar bagi anak-anak. Maka kewajiban orangtua adalah mengawasi dan memberi pengertian untuk mengurangi pergaulan yangdapat memberikan dampak negatif bagi anak tersebut.

Aktivitas dalam masyarakat juga dapat berpengaruh dalam belajar anak. Peranorang tua disini adalah memberikan pengarahan kepada anak agar kegiatan diluarbelajar dapat diikuti tanpa melupakan tugas belajarnya. Peran Orang Tua Dalam Peningkatan Prestasi Belajar AnakDari semua faktoreksternal, maka orang tualah yang paling berperan dalam menentukan prestasibelajar anak. Orang tua merupakan sosok pertama dan utama dalam pendidikananak. Meskipun anak telah dititipkan ke sekolah, tetapi orang tua tetap berperanterhadap prestasi belajar anak. Arifin menyebutkan, ada tiga peran orang tuayang berperan dalam prestasi belajar anak, yaitu:1.       Menyediakan kesempatansebaik-baiknya kepada anak untuk menemukan minat, bakat, sertakecakapan-kecakapan lainnya serta mendorong anak agar meminta bimbingan dannasehat kepada guru.2.

       Menyediakaninformasi-informasi penting dan relevan yang sesuai dengan bakat dan minatanak.3.       Menyediakan fasilitasatau sarana belajar serta membantu kesulitan belajarnya.

Berdasarkan pendapat Arifindi atas, maka dapat dijelaskan Lebih rinci dan luas tentang peran orang tuadalam mendukung prestasi belajar anak, yaitu:1. Pengasuh dan pendidikOrang tua berperan sebagai pendidik sebab dalam pekerjaannya tidak hanyamengajar, tetapi juga melatih ketrampilan anak, terutama sekali melatih sikapmental anak. Maka dalam hal ini, orang tua harus dan mampu bertanggung jawabuntuk menemukan bakat dan minat anak, sehingga anak diasuh dan dididik, baiklangsung oleh orangtua atau melalui bantuan orang lain, seperti guru, sesuaidengan bakat dan minat anak sendiri, sehingga anak dapat memperoleh prestasibelajar secara lebih optimal. Bukan karena keegoisan orang tua, yang justru “memenjarakan”anak dengan kondisi yang diinginkan orang tua.

2. PembimbingBimbingan adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangkamemberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan, agar orangtersebut mampu mengatasinya sendiri dengan penuh kesadaran. Maka dalam hal ini,orangtua harus senantiasa memberikan bimbingan secara berkelanjutan. Anak disekolah hannya enam jam, dan bertemu dengan gurunya hannya sampai 2 dan 3 jam.Maka prestasi belajar anak sangat didukung oleh bimbingan belajar yangdiberikan orang tua secara berkelanjutan, langsung maupun tidak langsung. 3. MotivatorOrang tua memberikan dorongan tentang pentingnya belajar dengan tujuandapat meningkatkan prestasi belajar, sehingga anak benar-benar merasa pentingdan membutuhkan apa yang dianjurkan oleh orangtuanya.

Orang tua harus mampu menjadimotivator belajar anak. Hal ini dilakukan antara lain dengan membimbing belajaranak dengan kasih sayang secara berkelanjutan, serta dengan menciptakan suasanabelajar di rumah. Suasana belajar dapat diwujudkan dengan meminimalisirkebiasaan-kebiasaan yang kurang bermanfaat, seperti nonton TV secara terusmenerus, maka bagaimana suasana belajar mampu dikondisikan oleh orang tua, makasejauh itu pula anak termotivasi untuk belajar.

Semakin tinggi motivasi belajaranak, semakin tinggi pula kemungkinan anak untuk memperoleh prestasi belajaryang maksimal.4. FasilitatorDalam belajar mengajar orang tua menyediakan berbagai fasilitas seperti media,alat peraga, termasuk menentukan berbagai jalan untuk mendapatkan fasilitastertentu dalam menunjang program belajar anak. Orang tua sebagai fasilitatorturut mempengaruhi tingkat prestasi yang dicapai anak. Bentuk dukungan lainyang tidak kalah pentingnya berkenaan dengan peranan orang tua dalam belajaranak adalah dengan menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran. Fasilitas inidimulai dengan biaya pendidikan karena tidak ada pendidikan gratis seratuspersen. Fasilitas pendidikan selanjutnya adalah berkenaan dengan penyediaan buku-bukuajar yang dibutuhkan peserta didik, demikian juga dengan fasilitas lainnya,seperti alat-alat tulis, tempat belajar, dan lain-lain. Masalah yangdihadapi orang tua dalam upaya peningkatan prestasi belajar anak.

Permasalahanumum yang dialami oleh setiap orang tua dalam memberikan dukungan terhadapanak-anaknya banyak dikarenakan kesibukan mereka mencari nafkah, merekaberdalih bahwa mereka tidak mempunyai waktu untuk sekedar membantu mengerjakanpekerjaan rumah (PR) bagi anaknya. Orang tua merasa bahwa waktu yang merekamiliki tidak sampai atau tidak mencukupi untuk memberikan bimbingan bagianaknya, waktu semuanya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja. Selainpermasalahan di atas, kendala Sumber Daya Manusia (SDM) orang tua menjadipenyebab kurangnya mereka dalam ikut serta meningkatkan prestasi anaknya.Banyak orang tua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan tidak sedikitmereka yang tidak bersekolah sama sekali. Umumnya mereka adalah orang tua tempodulu atau orang tua yang hidup di tempat-tempat pedalaman atu desa yang masihbelum maju.     KESIMPULANDariberbagai penjelasan yang telah dijabarkan diatas, penulis dapat menyimpulkanbahwa peran orang tua dalam menentukan prestasi belajar anak di sekolah sangatlahbesar. Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya merekaacuh tak acuh terhadap proses belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekaliakan kepentingan dan kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktubelajarnya, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajar, tidak mau tahubagaimana kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami anaknyadalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak kurang atau bahkan tidakberhasil dalam belajarnya.

Hasil yang didapatkan, nilai atau prestasibelajarnya tidak akan memuaskan bahkan mungkin gagal. Sebaliknya,orang tua yang selalu memberikan perhatian pada anaknya, terutama perhatianpada kegiatan belajar mereka di rumah, membuat anak akan lebih giat dan lebihbersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yangberkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya juga memiliki keinginan yangsama. Sehingga hasil belajar atau prestasi belajar yang di raih oleh anakmenjadi lebih baik.    DAFTAR PUSTAKAAhmadi, Abu.

1999. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.Idianto M. 2004.

Sosiologi untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga.Makmu, Abin Syamsudin. 1998.

Psikologi Pendidikan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Purwanto, Ngalim.

1991. Psikologi Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya. Sardiman. 1996.

Interaksi dan Motivasi Belajar Menagajar.Jakarta: Raja Grafindo Persada.Slameto. 1995. Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta. Sucipto dan Raflis Kosasih.

2000. Profesi Keorangtuaan.Jakarta: Rineka Cipta. Syah, Muhibbin.

1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru.Bandung: Remaja Rosdakarya.WS. Winkel.

1996. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan.Jakarta: Gramedia.      

Choose your subject

x

Hi!
I'm Garrett!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out