BAB atau dengan melihat.Reaksi yang akan timbul jika

Topics: Free samples

Type:

Sample donated:

Last updated: August 25, 2019

BAB2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 PengertianPuisiDunton mengemukakan bahwa sesungguhnya puisi ituberasal dari pemikiran manusia yang dilihatnya nyata (konkret) dan disusun  secaraartistik misalnya selaras, pemilihankata yang tepat dan dalam bahasa yang emosional dengan penuh perasaan sertaberirama seperti pergantian bunyi kata-katanya. (Pradopo, 2010, p. 6)Puisi memiliki beberapa unsur didalamnya sehinggamenjadi sebuah puisi yang indah dan penuh makna.Salah satu bagian yang palingberperan dalam puisi adalah pilihan kata.

2.2 PengertianPilihan KataPilihankata (Diksi) termasuk kedalam salah satu unsur-unsur puisi. Khususnya padabagian unsur fisik. Pertimbangandalam kata dalam makna yang terkandung, bunyi yang telah tersusun dari rangkaiantersebut.(Kosasih, 2012, hal. 97) .

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pengertian pilihan kata atau diksi bukan merupakanbentuk kata-kata yang mengungkapkan suatu ide saja karena dalam diksi terdapatbeberapa unsur sehingga bisa dikatakan sebagai pilihan kata atau diksi anataralain susunan dan pengelompokkan kata dan juga bagaimana caranya agar pilihankata itu tepat agar bisa diungkapkan serta memiliki gaya bahasa yang tepat agarsesuai dengan makna yang dimaksud.Pemilihan kata yang tepat sesuai denganbagaimana penguasaan bahasa yang dimiliki khususnya pada hal kosa kata.(Keraf, 1991, p. 24)2.3 Makna kataKatasebagai satuan dari perbendeharaan kata sebuah bahasa mengandung dua aspek,yaitu aspek bentuk atau ekspresi dan aspek isi makna.

Panca indera dapat menyerap sebagian bentuk danekspresi,yaitu dengan mendengar atau dengan melihat.Reaksi yang akan timbul jika dalam bentuk isi ataumakna. Reaksiyang timbul itu dapat berwujud “pengertian” atau “tindakan”atau kedua-duanya. Dalam bertutur kata tidak hanya sebuah kata saja yang harusdikomunikasikan tetapi beberapa kumpulan kata dan terdapat unsur mendukung suatu amanat, maka adabeberapa unsur yangterkandung dalam ujaran kita yaitu: pengertian, perasaan, nada, dan tujuan.

Pengertian adalah hal-hal yang disampaikan berupapondasi awal agar timbul reaksi pada yang menerima penyampaian tersebut.Perasaan adalah berdasar pada perilaku yang ditujukan pada pembicara denganmemenuhi nilai rasa terhadap apa yang ia bicarakan. Nada adalah bentuk wujudyang dikeluarkan oleh penulis kepada pendengarnyaSedangkan tujuanyaitu efek yang ingin dicapai oleh pembicara atau penulis. Memahami semua halitu dalam seluruh konteks adalah bagian dari seluruh usaha untuk memahami maknadalam komunikasi.(Keraf, 1991, hal. 25)Membatasi makna kata adalahdengan mengetahui hubungan yang ada ada antara hal atau barang dengan bentuk.Kata rumah misalnya adalah bentuk atau ekspresi, sedangkan “barang yangdiwakili oleh kata rumah” adalah “sebuah bangunan yang beratap, berpintu,berjendela, yang menjadi tempat tinggal manusia”. Barang itulah yang disebutsebagai referen.

Menimbulkanmakna jika memiliki hubungan diantara kedua unsur tersebut.Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seorang yang mengetahui sebuah referen(barangnya) tetapi tidak tahu bagaimana mengacunya, ia tidak tahu katanya. Tetapi kebalikannya juga benar;kalau ia mengetahui katanya (bentuk),tetapi tidak tahu referennya berarti ia tidak mengetahui maknanya juga, yaitutidak mengetahui hubungan antara bentuk dan referennya. Mengetahui sebuah kataharuslah mengetahui kedua aspeknya: bentuk (kata) dan referennya. (Keraf, 1991, hal. 26)Macam-macam maknaPermasalahan dalam bentuk kata sering diabaikan dalamtatabahasa.Umumnya tidak mengetahui bentuk kata dasar, dan turunannya.Khususnyapada bagian makna kata.

Padahal masalah pemilihan kata yang tepat ataukesereasian pilihan  kata tergantungkepada makna yang akan disampaikan walaupun didalamnya terdapat bentuk-bentukdalam pendukung sehingg terjadinya pilihan kaya yangtepat dan makna akan tersampaikan(Keraf, 1991, hal. 27) . Termasuk tentang pengetahuan diksi yaitu mengenai denotasi dan konotasi,dalam memilih kata yang tepatdan menimbulkan pemahamanyang jelas bagi pembaca,terutama dalam karya sastra penulis harus lebih menguasai mengenai makna katadenotasi dan konotasi. 2.4 Makna DenotatifDenotasisebuah kata adalah definisi kamusnya, yaitu pengertian yang menunjuk benda atauhal yang diberi nama dengan kata itu, disebutkan, atau diceritakan. Bahasa denotatif adalah bahasa yang memiliki tujuan hanyapada satu arah saja dan tidak memiliki makna selain yang sebenarnya.Jadi, satu kata itu menunjuk satu hal saja, yang seperti ini ialah ideal bahasailmiah dalam membaca sajak orang harus mengerti arti kamusnya, arti denotatif,orang harus mengerti apa yang ditunjuk oleh tiap-tiap kata yang dipergunakan.

Namun dalam puisi (karya sastra pada umumnya), sebuah kata tidak hanyamengandung aspek denotasinya saja. Bukan hanya berisi arti yang ditunjuk saja, masih ada artitambahannya, yang ditimbulkan oleh asosiasi-asosiasi yang keluar daridenotasinya. (Pradopo, 2010, hal. 58 – 59)Maknadenotatif disebut juga dengan beberapa istilah lain seperti makna denotasional,makna kognitif, makna konseptual, makna ideasional, makna referensial ataumakna proposisional,dikarenakan menunjuk kepada suatu referen maka disebut dengan makna seperti itu,konsep atau ide tertentu dari suatu referen. Disebut makna kognitif karenamakna itu bertalian dengan kesadaran atau pengetahuan; stimulus dari pihakpembicara dan respons (dari pihakpendengar) meyangkut hal-hal yang dapat dicerap pancaindera (kesadaran) danrasio manusia. Makna ini disebut juga makna proposisional karena ia bertaliandengan informasi-informasi atau pernyataan-pernyataan yang bersifat aktual.Makna ini, yang diacu dengan bermacam-macam nama, adalah makna yang palingdasar pada suatu kata.(Keraf, 1991, hal.

28)Maknadenotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar iniadalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertianyang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebutmakna konseptual.

Kata makan, misalnya bermakna memasukkan sesuatu ke dalammulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah maknadenotatif. (Arifin, 2006, hal.

30)dalam bentuk yangmurni , makna denotatif dihubungkan dengan bahasa ilmiah.Pengarahanyang jelas terhadap fakta yang khusus adalah tujuan utamanya; ia tidakmenginginkan interpretasi tambahan dari tiap pembaca, dan tidak akan membiarkaninterpretasi itu denganmemilih kata-kata yang konotatif. Sebab itu untuk menghindari interpretasi yangmungkin timbul, penulis akan berusaha memilih kata dan konteks yang relatifbebas interpretasi. Makna denotatif dapat dibedakan atas dua macam relasi,yaitu pertama, relasi antara sebuah kata dengan barang individual yangdiwakilinya, dan kedua relasi antara sebuah kata dan ciri-ciri atau perwatakantertentu dari barang yang diwakilinya. (Keraf, 1991, hal. 29)        BAB3 PEMBAHASAN 3.1 Denotatif pada puisi “Risalah Hujan” RISALAHHUJAN /1/Besok huhan akanmenemuimuDengan rinai menetessatu – satu:Kesejukan kautsar Besok hujan akanmenemui Dengan angin menerpasepoi – sepoi:Ketenangan kama Aku akan menemuimubersama:Hujan yang rindukan Awan /2/Aku tahu engkaumengerti gelisahkuKegelisan purbawi: Adamdan HawaPencariannya tanpamuara. Hampa  Aku tau engkau memahamirindukuKerinduan surgawi: Akudan Engkau Pemaknaannya takbertepi .

Sepi  /3/Aku bersama hujan soreini: Tergemgam Hujan bulan Juni yang lelah Kau masih sendiri ?Bangku panjang dilorong kelas masih tabahMenunggumuHujannya begitu bijakMenyimpan rahasialangit  /4/Apa yang kau pikirkantentang hujan Yang rintikannyamembasahi bayangan Kau membawa desau anginke dalam sukma Ah , kau suka bergurau! Hujan bukanlahrintiknya yang basah Daru angin yang parauPetir yang menyala dilangit Hujan adalah kau (Isnaini, 2017, hal. 66 – 67)Maknayang mengandung  denotatif pada puisi”Risalah Hujan”/1/Dalamungkapan denotatif pada barispertamapuisi risalah hujan “besok hujan akan menemuimu” mengekspresikan tentang “hariesok akan datangnya rintikan air yang berjatuhan di udara” . Dalamungkapan bariskedua pada puisi pertema tentang risalah hujan ” dengan rinai mentes satu –satu;” mengartikan tentang ” air yang berjatuhan dari udara perlahan turun” . Untukbarispuisi ke tiga pada puisi rinai hujan “kesejukan kautsar” menjelaskan tentang “kesejukanyang diciptakan oleh Tuhan”Untukbariskelima pada puisi risalah hujan “dengan angin menerpa sepoi – sepoi:” mengartikan bahwa “hembusanudara yang dirasakan dengan perlahan”. Kalimatpada puisi risalah hujan tentang baris keenam mengatakan “ketenangan kama” menjelaskanbahwa “keadaan yang tenang akan cinta” .Bagian pertama pada baris terakhir mengatakan bahwa “hujanyang rindukan awan” mengartikan bahwa ” rintikan air yang ditunggu”/2/Dalamungkapan denotatif pada puisi bagian dua tentang risalah hujan “aku tau engkaumengerti gelisahku” mengekspresikan tentang “paham akan maksud yang tidak tentram” . Padabariskedua puisi risalah hujan dikatakanbahwa “Kegelisahan purbawi” yang diartikan sebagai “perasaan tidak tentramsejak lama” . Bagianpuisi pada barisketiga tentang risalah hujan mengatakan bahwa “Adam dan Hawa pencariannya tanpamuara.

Hampa” yang diartikan sebagai ” pencarian awal seorang makhluk di mukabumi hingga ujung sungai yang tidak berisi” Untukbariskeempat pada puisi risalah tentang “aku tahu engkau mamahami rinduku”menjelaskan tentang “ekspresi seseorang yang mengartikan bahwa perasaan yangingin bertemu” . Padabagian puisi risalah hujan tentang baris kelima menjelaskan bahwa “kerinduan surgawi”mengartikan tentang “menginginkansesuatu di tempat yang kekal ” . Bagian kedua baris terakhirmengatakan bahwa “Aku danEngkau pemaknaannyatak bertepi. Sepi” yang artikan dengan “sama – sama memahami maksud dariperbedaan. Sunyi”.

/3/Padabagian puisi ketiga tentang risalah hujan dibaris pertama mengatakan “aku bersamahujan sore ini: tergenggam” yang menjelaskan tentang “telah dibasahi rintikanair yang berjatuhan pada petang ini”.Dalamungkapan bariskedua pada puisi ketiga risalah hujan yang mengatakan bahwa “hujan bulan Juni yang lelah” yang diartikandenotatif yaitu “sering terjadinya rintikan air yang berjatuhan di bulan Juni” . Untukbarisketiga pada puisi risalah hujan mengatakan bahwa “kau masih sendiri ?” kalimattersebut yang mengandung kalimat denotatif diartikan bahwa “bertanya akan kesendirian seseorang” .Untukbariskeempat pada puisi risalah hujan yang mengatakan bahwa “bangku panjang dilorongkelas masih tabah” yang diartikan sebagai”kursi yang berada di persimpanganjalan kecil dekat kelas masih terlihat kosong”.Untukbariskelima pada puisi risalah hujan yang mengatakan bahwa “menunggumu” katatersebut yang termaksud kata denotatif yang diartikan dengan “tinggal beberapa saat” . Untukbariskeenampada puisi risalah hujan yang mengatakan bahwa “ini Desember , ujarmu” yangdiartikan sebagai “petunjuk bahwa hari ini adalah bulan Desember”Bagianpuisi risalah pada barisketujuh mengatakanbahwa “hujannya begitubijak” yang menunjukan bahwa “rintikan air yang berjatuhan dari udara datangdisaat yang tepat”. Untukbaristerakhir pada puisi bagian ketigatentang risalah hujan mengatakan bahwa “menyimpan rahasia langit” yangdiartikan sebagai menyimpan sesuatu terlalu dalam”. /4/Padapuisi keempat terakhir tentang risalah hujan dibagian baris pertama mengatakan bahwa “apa yangkau pikirkan tentang hujan” yang diartikan sebagai “bentuk pertanyaan mengenai rintikanair yang turun dari udara”.

Bagianbariskedua puisi risalah hujan mengatakan bahwa “yang rintiknya membasahi bayangan”yang diartikan sebagai “terguyurnya oleh rintikan air yang turun dari udara”. Untukbaris ketigapada puisi risalah hujan mengataka bahwa “kau membawa desau angin kedalam sukma” yang diartikan sebagai “semburanudara yang menusuk dalam jiwa”.Untukbariskeempat pada puisi risalah hujan mengatakan bahwa “ah , kau selalu bergurau!”yang diartikan sebagai “sesuatu candaan”. Untukbaris puisikelima pada puisi risalah hujan mengatak bahwa “hujan bukalah rintikan yangbasah” yang diartikan sebagai “perbandingan antara gerimis dengan hujan lebat”.Untukbariskeenam pada puisi risalah hujan yang mengatakan bahwa “deru angin yang parau” yang diartikan sebagai “bunyianginyang sedikitkeras”Untukbarisketujuh pada puisi risalah yang mengatakan bahwa “petir yang menyala dilangit”yang diartikan sebagai “cahaya yang menyambar”. Danbarispuisi yang terakhir pada puisi risalah tentang hujan mengatakan bahwa “hujanadalah kau” yang diartikan sebagai “petunjuk bahwa dirinya rintikan air yangturun dari udara”.

3.2 Denotatif pada puisi “Aku dan Mu”AKU DAN MUAkubelum mengenalmu:Fajarsudah berlaluMatahariterjaga di ufuk timur Berjalandi atas ubun ubun Terbakarcahaya kemerahan Tenggelampada kegelapan  Akulupa padamu:Terpanaoleh ciptaanmuBerguraudengan isiTerlenaoleh bungkus Menelusuptiap pori Akuingin mengenalmu lagi!(Isnaini, 2017, hal. 84)Makna yang mengandung denotatifpada puisi “Aku dan Mu”Padabagian barispertama puisi tentang Aku dan Mu mengatakan bahwa “aku belum mengenalmu” yangmngartikan bahwa “sesuatu yang belum diketahuinya”.Maksuddalam bagian bariskedua puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “fajar sudah berlalu” yang menjelaskansebagai “sebuah pertanda telah bergantinya waktu”. Untukbarisketiga pada puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “matahari terjaga di ufuk timur”yang mejelaskan bahwa “sinarmataharitelah berada di ujung bagian timur”. Untukbaris keempatpada puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “berjalan di atas ubun ubun” yangmengartikan bahwa “melewatipada bagian atas kepala”.

Untukbagian kelima pada puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “terbakar cahayakemerahan” yang diartikan sebagai “pertanda langit memberikan warna yangterang”. Merupakansambungan dari makna baris yang sebelumnya jika makna yang sebenarnya adalah “sudah terbakar oleh api yang berwarna merah”Untukbagian baris keenampada puisi Aku dan Mu mengatakanbahwa “tenggelam pada kegelapan” yang menjelaskan tentang “waktu yangmenunjukan datangnya malam”.Baris ketujuh menjelaskan bahwa “akulupa padamu” diartikan sebagai “tidak mengenalnya”.Dalamungkapan bariskedelapan pada puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “terpana oleh ciptaanmu” yang diartikan sebagai “merasakankekaguman”.Bagianbariskesembilan mengatakan bahwa “bergurau dengan isi hati” yang dijelaskan bahwa”bermain – main dengan sesuatu yang ada”.Untukbait kesepuluh tentang puisi Aku dan Mu mengtakan bahwa “terlena denganbungkus” yang mengartikan bahwa “terbuaidengan apa yang membalutnya”.Padabagian bariskesebelas mengatakan bahwa “menelusup tiap pori” menjelaskan tentang “sesuatuyang masuk kebagian paling dalam”.

Danbaris terakhirpada bagian puisi Aku dan Mu mengatakan bahwa “aku ingin mengenalmu lagi!” yangdiartikan sebagai “mencoba mengetahui kembali”.3.3 Denotatif PadaPuisi “Pada suatuSenja”Pada Suatu Senja Padasuatu senja datuk kaku sepanjang kuku zaman Akumelihatmu menjadi seseorangEntahsiapa. Mungkin itulah hatiKatamupada senja ketika gerimis Suaraterdengra samar menusukAdakesedihan terpancarDenganmengetuki jendelaDuakali dua hitunganku: ketukan berulang Padasuatu senja datuk duduk disebaris nasibKaukini melihatku menjadi seseorangBayanganburam di dalam cerimin Suaraitu kini tak terdengarIbaratsenyum yang tersembunyiDibalik rumpun bambu (Isnaini, 2017, hal. 95)  Makna yang mengandung denotatifpada puisi “Pada Suatu Senja”Padabagian barispertama puisi Pada Suatu Senja mengatakan bahwa “pada suatu senja datuk kakusepanjang kuku zaman” yang mengartikan bahwa “di sore hari orang yang tertuaitu hingga saat ini tidak bergerak”.Potongankalimat puisi baris keduaPada Suatu Senja mengatakan bahwa “aku melihatmu menjadi seseorang entah siapa” yang mengartikan bahwa “memandang seseoarang yang menjadi sosok lain “.Potongankalimat puisi Pada Suatu Senja mengatakan bahwa “Mungkin itulah hati katamupada senja ketika gerimis ” yang menjelaskan bahwa “seperti batin yangberbicaradikala sore pada saat rintikan air turun dari udara”.

Dalamparagrafpuisi kedua barispertama Pada Suatu Senja mengatakanbahwa “suara terdengar samar menusuk” mengartikan bahwa “suara yang keluar itutidak terdengar jelas”.Baris kedua puisi Pada Suatu Senjamengatakan bahwa “ada kesedihan terpancar” yang menjelaskan bahwa “terlihat sedih”.Potongankalimat puisi Pada Suatu Senja mengatakan bahwa “dengan mengetuk jendela duakali dua hitungaku: ketuk berulang” yang menjelaskan bahwa “memukul sesuatumenggunakan jari secara lebih dari satu kali”.Bagian paragraf tiga baris pertama mengatakan bahwa “padasuatu senja datuk duduk di sebaris nasib” menjelaskan bahwa “di sore hari orang yang tertua sedang meletakkan tubuhpada keadaan seperti ini”Baris kedua puisi Pada Suatu Senjamengatakan bahwa “kau kini melihatku menjadi seseorang” yang menjelaskantentang “memandang telah menjadi sosok yang lain”.

Baris ketika puisi Pada Suatu Senjamengatakan bahwa “bayangan buram di dalam cermin” menjelaskan bahwa “pantulan bayangan yang tidak dapattampak jelas”.Bagianparagrafkeempat barispertama mengatakan bahwa “suara itu tak terdengar” menjelaskan akan “bunyi yangdi keluarkan tidak dapat terdengar”.Baris kedua Pada Suatu Senja mengatakanbahwa “ibarat senyuman yang tersembunyi” mengartikan tentang “bagaikan tarikanwajah berseri yang tidak terlihat”Baris terakhir puisi Pada Suatu Senja mengatakan bahwa”di balik rumpun bambu” yang mejelaskan bahwa “dibelakang tumbuh berongga”.   BAB 4 PENUTUP4.

1 SimpulanDenotatifmerupakan jenis dari makna kata.Puisi termasuk yang memiliki banyak makna katapada isinya. Contohnya pada puisi “Risalah Hujan”, “Aku dan Mu”, “Pada SuatuSenja” dari ketiga puisi tersebut setiap barisnya memiliki makna denotasi ataumakna yang sebenarnya. Mengartikan puisi tiap baris pada makna yang sebenarnyaadalah dengan fokus kepada satu hal dan memang merujuk kepada pengertian yangdiberi oleh nama itu. Dalampuisi “Risalah Hujan” misalnyabagian “akutau engkau mengerti gelisahku” artinyaadalah”paham akanmaksud yang tidak tentram” .Dalampuisi “Aku dan Mu” bagian “akubelum mengenalmu” yang mengartikanbahwa “sesuatu yang belum diketahuinya”. Dalam Puisi “PadaSuatu Senja” bagian “suara itu tak terdengar” menjelaskanakan “bunyi yang di keluarkan tidak dapat terdengar”.

Dari ketiga puisi tersebut dapat disimpulkan bahwamemberikan arti denotasi adalah paham akan maksud yang dieskpresikan dalam tiapbaris puisi tersebut sehingga tercipta makna kata yang sebenarnya. 4.2 SaranMengingat kajian tentang penggunaan maknakonotasi dalam puisi tersebutbelum dibahas dalam makalah ini, oleh karena itu penulis menyarankan untukmelakukan kajian berikutnya. Mengingat pentingnya bahasan tentang penggunaan maknakonotasi dalam puisi tersebutmenarik untuk dibahas lebih lanjut. 

Choose your subject

x

Hi!
I'm Garrett!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out