BAB dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen

Topics: BusinessMarketing

Type:

Sample donated:

Last updated: May 27, 2019

BAB IIKAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN2.1 Digital Marketing            Menurut Ridwan Sanjaya & JosuaTarigan (2009:47), digital marketingadalah kegiatan branding yang menggunakan berbagai media berbasis web sepertiblog, website, email, maupun media sosial. Tentu saja digital marketing bukanhanya berbicara tentang marketing internet.          Perkembangandari digital marketing melalui web, telepon genggam, dan perangkat games,menawarkan akses baru periklanan yang tidak digembor-gemborkan dan sangatberpengaruh.

Digital marketing ialah penggunaaninternet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat danmenghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi(Coviello, 2001:26) 2.2 Potensi e-commerce di Indonesia            Indonesia saat ini sudah masuk dalam eradigital akibat kemajuan teknologi dan industri. Hal tersebut membuat e-commerce diyakini dapat menjadi bagianpenting pertumbuhan ekonomi global. Di Indonesia, perkembangan e-commerce tidak lepas dari penggunainternet.

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "BAB dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen..."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

Menurut Asosiasi Jaringan Internet Indonesia (APJII), sepanjang tahun 2016 tercatat 132,7juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Dapat kita simpulkan bahwadata tersebut meningkat signifikan dari 93,4 juta jiwa (2015), serta angka 88,1juta jiwa pada tahun 2014. (http://tekno.

kompas.com/reas/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.

di.indonesia.capai.132.juta).            Potensi e-commerce di Indonesia sendiri terlihat dari 77% pengguna internetdi Indonesia digunakan untuk mencari informasi produk dan berbelanja online.

Selain itu jumlah pelanggan online shop mencapai 8,7 juta orang dannilai transaksi yang mencapai US$ 24,6 miliar pada tahun 2016. Ini meningkatdibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar US$ 12 miliar. Dan akan terusdiproyeksikan meningkat tajam sebesar US$ 130 miliar pada tahun 2020 mendatang(http://m.beritasatu.com/digital-life/398025-2016-nilai-ecommerce-indonesia-rp-319-t.html).

 2.3 Kendala e-commerce di Indonesia            Meskipunterdapat potensi yang sangat besar, perkembangan e-commerce sendiri bukan tanpa halangan. Penulis membagi masalahtersebut ke dalam dua faktor.

Pertama adalah faktor eksternal. Seperti yangdiungkapkan Kun Arief Cahyantoro, pegamat e-commercedari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya, salah satu hal yang dapatmenghambat perkembangan e-commerce diIndonesia adalah keengganan masyarakat untuk mulai melakukan transaksi online.

Dari data yang diperoleh pada2015, ada 80% pengguna internet hanya mengecek harga tanpamelakukan transaksi. Selain itu, masih ada 60,9% pengguna internet yang masihtakut melakukan transaksi. Tak hanya itu, masalah keamanan juga membuatpenggguna internet enggan untuk berbelanja online.

Selain itu, masih cukup banyak pengguna internet yang masih ingin merasakantransaksi secara konvensional. Terdapat 21,5% pengguna internet yang tidakingin membeli barang tanpa merasakannya terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukanuntuk memastikan barang yang dibeli benar-benar sesuai dengan pemesanan (http://m.liputan6.com/tekno/read/2442447/ini-tantangan-e-commerce-indonesia-di-2016).             Sebaliknya,faktor internal datang dari pelaku UMKM itu sendiri.

Penerapan e-commerce diIndonesia masih harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Berbagaihambatan yang ada dalam penerapannya dapat berupa teknis dan non-teknis yangkesemua itu membutuhkan kerjasama yang utuh antara pemerintah, pengembang dari e-commerce, pebisnis dan para konsumenpemanfaatnya. Salah satunya adalah infrastruktur pemerataan internet ke seluruhdaerah di Indonesia yang belum optimal.Kurangnya SDM Indonesiayang mampu menguasai sistem e-commerce,yang dapat menguasai secara teknis dan non-teknis seperti sistem perbankan,lalu lintas perdagangan dan sistem hukum yang berlaku. Salah satu alasan yangcukup utama yaitu masih kurangnya ketersediaan informasi, mulai dari buku-bukureferensi dan jurnal yang membahas tentang e-commerce.Juga sarana pendidikan, seminar dan workshopterkait e-commerce.            Terakhir, masalah online payment juga menjadi salah satuhalangan yang dihadapi pasar e-commercedi Indonesia. Terlebih, saat ini sudah dimulai era pasar terbuka denganMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kebutuhan akan pembayaran digital yang lebihaman jelas dibutuhkan. Lembaga perbankan pemerintah seharusnya dapat mengatasimasalah teknis terkait e-payment yangmudah dilakukan oleh masyarakat pedesaan sekalipun. Menurut data Kompas, hanyaada 60 juta orang Indonesia yang memiliki rekening dari total penduduk yang ada(http://www.bisniskeuangan.kompas.com).

 2.4 Inovasi Produk            Definisi mengenai pengertian inovasiproduk menurut Myers dan Marquis dalam Kotler (2007:36) menyatakan bahwainovasi produk adalah gabungan dari berbagai macam proses yang salingmempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Jadi, inovasi bukanlah konsepdari suatu ide baru, penemuan baru atau juga perkembangan dari suatu pasar yangbaru saja, tetapi inovasi merupakan gambaran dari semua proses-proses tersebut.Beberapa indikator dari inovasi produk, yaitu:a. Perluasan lini (line extensions) yaitu produk yangdihasilkan perusahaan tidaklah benar-benar baru tetapi relatif baru untuksebuah pasar.

b. Produk baru (me too – product) yaitu produk baru bagiperusahaan tetapi tidak baru bagi pasar.c. Produkbenar-benar baru (new – to – the – world – product) adalah produk yangtermasuk baru baik bagi perusahaan maupun pasar.Dalam kasus ini, e-keraktelor tidakmerubah produk baik dari rasa maupun bentuk sehingga tetap terjaga keaslianmakanan tradisional Betawi tersebut. E-keraktelor hanya memainkan pola inovasipada pemasaran berbasis online denganmetode delivery order dan inovasipada topping produk, pola pengemasanyang menarik, dan penambahan unsur kearifan lokal (logo, kemasan, pakaiankaryawan) dengan tujuan pelestarian budaya.

 2.5 Optimalisasi            Dalambeberapa literatur manajemen, tidak dijelaskan secara tegas pengertianoptimalisasi, namun dalam Kamus Bahasa Indonesia, W.J.S. poerdwadarminta(2008:753) dikemukakna bahwa : “Optimalisasi adalah hasil yang dicapai sesuaidengan keinginan, jadi optimalisasi merupakan pencapaian hasil sesuai harapansecara efektif dan efisien”. Optimalisai banyak juga diartikan sebagai ukurandimana semua kebutuhan dapat dipenuhi dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.MenurutWinardi (2007:363) Optimaslisai adalah ukuran yang menyebabkan tercapainyatujuan sedangkan jika dipandang dari sudut usaha, Optimalisasi adalah usahamemaksimalkan kegiatan sehingga mewujudkan keuntungan yang diinginkan ataudikehendaki.

Dari uraian tersebut diketahui bahwa optimalisasi hanya dapatdiwujudkan apabila dalam pewujudannya secara efektif dan efisien. Dalampenyelenggaraan organisasi, senantiasa tujuan diarahkan untuk mencapai hasilsecara efektif dan efisien agar optimal. 2.6 Potensi Lokal            Potensidapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesutau kekuatan nyata dalamdiri sesuatu tersebut (Wiyono, 2007:37). Pendek kata, potensi lokal adalahkekuatan terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi, ataukeberhasilan yang belum diraih dari suatu tempat padahal sejatinya merekamempunyai kekuatan untuk mencapai keberhasilan tersebut.Dalam konteks penelitianini, potensi lokal yang dimaksud adalah kerak telor.

Dimana kerak telormerupakan makanan tradisional Betawi atau daerah Jakarta dan sekitarnya.Potensi lokal tersebut akan dikemabangkan dengan metode pemasaran digital,sehingga akan terwujud nilai kearifan lokal yang dikelola secara optimal.Tujuannya adalah selain untuk memperoleh keuntungan dari bisnis, juga untukmemperkenalkan kembali kerak telor terhadap kalangan modern khususnya generasimuda yang (mungkin) tidak mengetahui budaya tersebut.

 2.7 Pasar GlobalPeluang pasar global mengacu padakombinasi keadaan yang menguntungkan, lokasi, atau waktu yang menawarkanprospek untuk ekspor, investasi, sumber, atau bermitra di pasar luar negeri(Cavusgil, Knight dan Riesenberger, 2008). Peluang bisnis global meliputi: • Memasarkan produk dan jasa;• Pengadaan bahan baku atau komponen, jasa dengan biaya yang lebihrendah atau kualitas unggul;• Memasuki pengaturan kolaboratif dengan mitra asing 2.8 Kerangka PemikiranMenurut Uma Sekaran (2009), mengemukakanbahwa kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungandengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.Kerangka pemikiran yang baik akan menjelaskan secara teoritis hubungan antaravariabel independen dan dependen.

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here