Di organisasi untuk mampu beradaptasi agar mampu bertahan untuk

Topic: HistoryCanada
Sample donated:
Last updated: November 26, 2019

Di eraglobalisasi yang penuh persaingan saat ini, menuntut organisasi untuk mampuberadaptasi agar mampu bertahan untuk mencapai tujuannya. Hal ini berarti bahwasuatu organisasi harus mampu memengaruhi anggotanya agar selalu bertindakdengan cara-cara yang bermanfaat bagi organisasi misalnya melakukan penyesuaiandiri terhadap masalah yang terjadi dalam organisasi. Di dalam organisasi, caraini dilaksanakan dengan pengendalian kekuasaan yang dilakukan oleh pemimpinorganisasi.Pengendaliankekuasaan yang dilakukan oleh pemimpin organisasi kadang-kadang tidak tampakdengan jelas dalam organisasi, sehingga anggota organisasi tidak menyadaribahwa mereka sedang dipengaruhi untuk memenuhi keinginan orang lain. Bagi beberapaorang, organisasi merupakan tempat dimana mereka dapat memperoleh danmenggunakan kekuasaan.

Kekuasaan dapat menjadi bahan rebutan apabilaorang-orang atau kelompok-kelompok dalam lingkungan organisasi melakukanpersaingan untuk dapat memengaruhi dan mengendalikan orang lain. Dan apabilaorang-orang atau kelompok-kelompok dalam organisasi tersebut berinteraksi dalamsuatu kontes kekuasaan, terciptalah kemudian apa yang disebut dengan politikdalam organisasi. Golongan-golongan mulai terbentuk, orang-orang bersekutu,berkoalisi, serta mengadakan perjanjian-perjanjian. Penggunaan kekuasaan danpolitik dalam organisasi ini akan menentukan keberhasilan organisasi.Politik dalamorganisasi adalah sebuah fakta kehidupan dimana perkembangan dan aktivitasnyasaat ini telah menjadi bagian yang menarik untuk dikaji karena merupakansesuatu yang sulit untuk dihindari. Organisasi terdiri atas dua orang ataulebih dengan perbedaan kepentingan, pendapat, dan cara pandang yang dapat menimbulkankeinginan untuk memengaruhi orang lain agar dapat sejalan dengan yangdiinginkannya.

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "Di organisasi untuk mampu beradaptasi agar mampu bertahan untuk..."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

Berdasarkan latar belakang tersebut, makalah ini akan membahaslebih lanjut mengenai politik organisasi dan kepemimpinan. A. PengertianPolitik Organisasi1.   PolitikPolitik adalah organisasi masyarakat dan pembuatan keputusankolektif tentang sumber daya (Bambra, Smith, dan Kennedy, 2008). Laswell (1936)dalam Bambra et al (2008) menyatakan bahwa politik adalah siapa dapat apa,kapan dan bagaimana (who gets what, when,how) (Palutturi, 2015).Beberapaahli mengemukakan definisi dari ilmu politik (Fahmi, 2016), antara lain:a.

   MenurutJohann Kaspar Blutschill, ilmu politik adalah ilmu yang peduli dengan negarayang berusaha untuk mengerti dan memahami negara dalam kondisinya, yang sungguhalami, dalam bentuk yang bermacam-macam atau pengumuman pembangunan.b.   MenurutJ. Barents, ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yangmerupakan bagian dari kehidupan masyarakat; ilmu politik mempelajarinegara-negara itu melakukan tugas-tugasnya.c.

   MenurutW. A. Robson, ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat yaitu sifathakiki, dasar proses-proses ruang lingkup dan hasil-hasil.Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa ilmupolitik merupakan disiplin ilmu yang menekankan dan menegaskan kepada merekayang berada dalam suatu negara agar berpartisipasi secara sungguh-sungguh dalamusaha menciptakan suatu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara secaraberharkat dan bermartabat dengan menjadikan pemerintahan sebagai penguasa untukberperilaku demokratis dan selalu mengedepankan nilai-nilai yang berlaku secarauniversal (Fahmi, 2016).

  2.   PolitikOrganisasiSaat ini dapat dikatakan bahwa hampir seluruh umat manusia memilikiperhatian atau setidaknya harus memahami kondisi perkembangan politik yangterjadi, khususnya yang terjadi di tempat ia berada. Seringkali pendapattentang politik dihubungkan dengan kekuasaan, namun pemahaman seperti itu tidakselamanya bisa dianggap benar karena penggunaan politik bisa saja untukmendukung ke arah perubahan dan mengawal berlangsungnya perubahan tersebut.Di organisasi, politik dipakai dan diterapkan sebagai pendukungperubahan. Beberapa karyawan yang ikut terlibat dalam politik organisasibiasanya cenderung mendukung penciptaan perubahan dan menginginkan peubahanterjadi. Namun, beberapa orang yang lain cenderung tidak menyukai perubahan.

Maka biasanya tidak medukung terjadinya gerakan politik perubahan (Fahmi, 2016).Semakin besarnya suatu organisasi maka perbedaan latar belakanganggota organisasi menyebabkan lahirnya berbagai perbedaan pendapat danperbedaan cara pandang yang dapat dianggap sebagai warna yang menunjukkan dinamikaorganisasi (Fahmi, 2016).Perbedaan dan keberagaman dari segi perspektif  politik dapat dilihat sebagai kekuatan yangbisa mendorong pembentukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi organisasi.

Hal itu dapat terjadi apabila seorang pemimpin dapat memanfaatkannya secarapositif. Namun, hal itu bisa jadi sebaliknya apabila tidak dimanfaatkan denganbaik. B. PengertianKepemimpinanTerdapat banyak pandangan yang berbeda mengenai pengertiankepemimpinan. Kepemimpinan menurut Rowitz (2009) adalah kreativitas dalamtindakan atau kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Northouse (2004)mengatakan kepemimpinan adalah sebuah proses dimana individu mempengaruhikelompok individu untuk mencapai tujuan bersama (Palutturi, 2013).Sedangkan McShane dan Von Glinow (2010) menyatakan kepemimpinanadalah tentang memengaruhi, memotivasi, dan memungkinkan orang lain memberikankontribusi ke arah efektifitas dan keberhasilan organisasi dimana merekamenjadi anggotanya. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi dan mendukung oranglain untuk bekerja secara antusias menuju pada pencapaian sasaran (Newstrom,2011). Kepemimpinan merupakan faktor penting yang membantu individu ataukelompok mengidentifikasi tujuannya dan kemudian memotivasi dalam mencapaitujuan yang telah ditetapkan (Wibowo, 2015).Kepemimpinan bersifat dinamis (Rowitz, 2009).

Kouzes dan Posnerdalam Rowitz (2009) pernah melakukan identfikasi sifat kepemimpinan pada tahun1987 dan 1995 dari responden yang berasal dari empat benua, yaitu Amerika,Asia, Eropa, dan Australia. Dari hasil identifikasi tersebut diperoleh bahwasifat kepemimpinan yang paling sering disebutkan adalah jujur, berpandangan kedepan, mampu menginspirasi, kompeten dan cerdas. Sifat kepemimpinan lainnyamisalnya berterus terang, berani, peduli, tekun, ambisius, setia, mandiri danmampu mengontrol diri (Palutturi, 2013).Masalah kepemimpinan berkembang sejalan dengan perkembanganorganisasi. Ada beberapa solusi secara umum yang dapat diterapkan dalammenyelesaikan masalah dalam bidang kepemimpinan (Fahmi, 2016), yaitu:1.   Membangundan menghilangkan semangat kemalasan di kalangan para karyawan.2.

   Bagipara pemimpin agar selalu melakukan up grade pada ilmu yang dimiliki agar perkembanganilmu yang terjadi di setiap waktu dapat terus diterapkan di perusahaan atauorganisasi.3.   Pemimpinyang bijaksana adalah yang memiliki jiwa tempramen yang rendah4.   Pemimpinyang dipilih adalah pemimpin yang jauh dari mental korupsi, kolusi, dan nepotisme.

5.   Pemimpinyang dipilih adalah yang memiliki jiwa dan semangat tidak mabuk atau terlalucinta pada kekuasaan. C. ImplikasiPositif dan Negatif1.   PolitikOrganisasiPolitik adalah ilmu untuk meraih kekuasaan.

Russel (1986)menyatakan bahwa kekuasaan sebagai hasil pengaruh yang diharapkan. Maka denganmenggunakan pengaruh politik untuk mendapatkan kekuasaan dan cita-cita yangdiinginkan untuk mendukung perubahan organisasi ke arah yang lebih baik menjadihal yang dianggap layak untuk diterapkan. Namun jika tidak maka artinyamenggunakan politik untuk memuaskan diri sendiri sebagai pemegang kekuasaan (Fahmi, 2016).a.

   ImplikasiPositif Nelson & Quick (1997; dalam Wulani, 2004) mengartikan politikorganisasi sebagai penggunaan power dan pengaruh dalam organisasi. Politikorganisasi menunjuk pada kebutuhan untuk berkuasa dan mempengaruhi seseorang. Olehsebab itu, organisasi harus menggunakan politik organisasi dalam mengelola danmeningkatkan produktivitas kerja karyawan (Gunawan, 2012). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa  politik dipakai dan diterapkan sebagaipendukung perubahan, sehingga dengan penerapan politik dalam organisasi dapatmempertahan persaingan dengan organisasi lainnya.

b.   ImplikasinegatifDrory & Romm (1990; Greenberg & Baron, 1997; dalam Gunawan, 2012) menyatakan bahwa politik organisasi merupakan tindakan yang tidaksecara formal dibuktikan dalam organisasi, dilakukan dengan mempengaruhi oranglain untuk mencapai tujuan perseorangan.Semakin banyaknya anggota dalam organisasi, makan semakin banyakpula kepentingan di dalamnya. Setiap pihak dalam organisasi akan melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk mendukung kepentingannya serta untukmelakukan hal-hal yang menguntungkan dirinya. Dan apabila hal ini terjadisecara terus-menerus, maka akan memberikan dampak pada eksistensi organisasi. Semakin banyak anggota organisasi yang lebih mengedepankankepentingan pribadinya, tujuan organisasi akan semakin terabaikan. Olehkarenanya, peran pemimpin harus dapat meminimalkan agar politik organisasitidak memicu konflik yang dapat memecah belah organisasi.

2.   KepemimpinanPada era globalisasi, kepemimpinan yang dibutuhkan adalah yangmemiliki kompetensi yang tinggi dan kompetensi tersebut dapat diperoleh jikapemimpin memiliki pengalaman dan pengetahuan yang maksimal untuk dapatmenjalankan organisasi.Menurut Aan komariah bahwa kepemimpinan merupakan satu aspekpenting dalam organisasi yang merupakan faktor penggerak organisasi melaluipenanganan perubahan dan manajemen yang dilakukannya, sehingga keberadaanpemimpin bukan hanya sebagai simbol yang ada atau tidaknya tidak menjadimasalah, akan tetapi keberadaannya memberi dampak positif bagi perkembanganorganisasi (Fahmi, 2016).

Seorang pemimpin dengan jiwa kepemimpinan harus mampu mendorong danmenggerakkan organisasi sesuai dengan visi, misi, dan tujuan organisasi denganmengesampingkan kepentingan pribadi. Selain itu, untuk mendorong danmenggerakkan organisasi, seorang pemimpin juga berkewajiban untuk memahamianggota organisasinya karena seorang pemimpin memiliki pengaruh yang besardalam menciptakan kualitas kerja yang diharapkan.Brantas mengemukakan bahwa kepemimpinan tidak terlepas darinilai-nilai yang dimiliki oleh pemimpin seperti yang diuangkapkan oleh Guth danTaguin (Salusu, 2000; dalam Fahmi, 2016) :a.   Teoritikyaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan usaha mencari kebenaran dan mencaripembenaran secara rasional;b.   Ekonomisyaitu yang tertarik pada aspek-aspek kehidupan yang penuh keindahan, menikmatisetiap peristiwa untuk kepentingan sendiri;c.   Sosialyaitu menaruh belas kasihan pada orang lain, simpati, tidak mementingkan dirisendiri;d.

  Politisyaitu berorientasi pada kekuasaan dan melihat kompetisi sebagai faktor yangsangat vital dalam kehidupannya;e.   Religiusyaitu selalu menghubungkan setiap aktivitas dengan kekuasaan Sang Pencipta. D. PerananKepemimpinan dalam Politik OrganisasiPada dasarnya, kemampuan untuk memengaruhi orang atau suatukelompok untuk mecapai tujuan ada unsur kekuasaan. Kekuasaan yang dimaksudadalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain untuk melakukan apa yangdiinginkan oleh pihak lain.Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa politik dalamorganisasi merupakan kekuasaan untuk mempengaruhi dan mengendalikan seseorangagar bertindak sesuai dengan yang diinginkannya. Pengendalian kekuasaan inidilakukan oleh pemimpin organisasi.

Pemimpin sebagai penguasa organisasi harusmemiliki jiwa kepemimpinan untuk memengaruhi dan memotivasi anggota organisasiagar dapat berkontribusi ke arah efektifitas dan keberhasilan organisasi. Dapat disimpulkan bahwa peranan kepemimpinan dalam politikorganisasi adalah pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang dimiliki melakukanpengaruh dan pengendalian terhadap anggotanya agar bertindak dengan cara-carayang bermanfaat untuk mempertahankan dan memajukan organisasi sesuai denganvisi, misi, dan tujuan organisasi.

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here