MAKALAH yang berjudul “Tidak Ada yang Lebih Berkuasa-Kesetaraan

Topics: ReligionIslam

Type:

Sample donated:

Last updated: September 16, 2019

MAKALAH TIDAK ADA YANGLEBIH BERKUASA-KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM                                           DISUSUN OLEH  Nama         : Desi PutrianaNPM         :120310170058Jurusan      :Manajemen    FAKULTASEKONOMI DAN BISNISUNIVERSITASPADJADJARAN  SUMEDANG  2017 KATA PENGANTAR  Bismillahirrohmaanirrohiim Segala puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karenaberkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah yangberjudul “Tidak Ada yang Lebih Berkuasa-Kesetaraan Gender dalam Islam” inidengan tepat waktu. Dengan selesainya makalah ini saya mengucapkan terimakasih kepada dosen Universitas Padjadjaran yang telah mengajar perkuliahan TPBdan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini. Saya berharap semoga makalah ini dapat berguna bagibanyak pihak, serta dapat memberikan gambaran tentang hubungan sebuah agama,Islam, dengan prinsip kesetaraan gender. Harapannya juga bisa menambah wawasankita sebagai umat muslim tentang hakikat kesetaraan gender dan bagaimana Islammengaturnya. Penulis sendiri menyadari bahwa masih terdapat banyakkekurangan dalam penulisan dan penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, sayasangat terbuka bagi para pembaca yang mau memberikan kritik dan saran yangmembangun penulisan makalah ini agar bisa menjadi lebih baik lagi.

    Jatinangor,06 Januari 2018                                        Penulis,                              Desi Putriana       DAFTAR ISI  KATA PENGANTAR…….

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "MAKALAH yang berjudul “Tidak Ada yang Lebih Berkuasa-Kesetaraan..."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

…..

……

…….

…..

……..

……..

…….

……..

.. i DAFTAR ISI….

….

……

…….

…….

…..

……

…..

…….

…..

…….

…… ii BAB 1PENDAHULUAN.

…..

…….

……

……..

…..

……..

….

……

.. 11.1.   Latar Belakang..

…..

…..

…….

…….

….

……..

…..

……

. 11.2.   Rumusan Masalah…..

……

……

…..

……..

…….

…..

……

….. 21.

3.   Tujuan…

…….

……

……..

…….

….

…….

…..

…..

….

……

… 2 BAB 2 PEMBAHASAN.

…….

…….

……

……..

……..

…….

….

31.    2.    2.1.   Gender Vs Seks..

…….

…….

…..

….

…….

…..

…….

……

.. 32.

2.   Kesetaraan Genderdalam Islam…

…….

…..

……

…….

42.3.   Kesetaraan GenderHarus Ditegakkan…

….

………………. 62.4.   Permasalahan SaatIni: Biasnya MaknaKesetaraanGender dalam Al-Quran………………………. 72.5.   Cara IslamMemuliakan Wanita……………………………. 9 BAB 3 PENUTUP………………………………………………………… 101.    2.    3.    3.1.   Kesimpulan…………………………………………………… 103.2.   Saran………………………………………………………….. 10 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….. 11                  BAB 1PENDAHULUAN   1.1. LatarBelakang         Manusiadiciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berpasang-pasangan, adalaki-laki dan ada perempuan. Keduanya diciptakan untuk saling melengkapi satusama lain, artinya keduanya saling membutuhkan. Tidak ada yang lebih berkuasaatau superior diantara keduanya.         Namun,permasalahan yang dirasakan saat ini ialah kesenjangan antara kaum adam dankaum hawa semakin terasa. Jika dilihat dalam beberapa bidang aspek kehidupan, kaum perempuan masih sangat jauhtertinggal dibandingkan dengan kaum laki-laki. Padahal, kaum perempuan memilikifungsi dan peranan yang cukup penting dalam memajukan suatu bangsa.          Dengansemakin tertinggalnya kaum wanita, maka terbentuklah suatu prespektif tentanggender di dalam masyarakat, yaitu kaum wanita hanya bisa berada di bawah kaumlaki-laki. Dengan prespektif demikian, terjadilah diskriminasi diantara duakelompok ini dalam beberapa bidang aspek kehidupan.          Daripermasalahan di atas, memberikan gambaran kepada kita bahwa betapa biasnyakonsep kesetaraan gender saat ini terutama konsep kesetaraan gender dalam agamaIslam. Masih banyak yang belum mengerti bagaimana Islam dalam mengatur hal ini.Bahkan ada pihak yang sengaja memanfaatkan kebiasan ini untuk memojokkan Islamitu sendiri.         Oleh karenaitu, kita sebagai umat muslim harus mengetahui konsep kesetaraan gender danbagaimana Islam dalam mengatur kesetaraan gender ini. Jika kita memahami konsepini secara benar, sesuai Al-Quran dan Sunnah, maka keimanan kita akan semakinkuat.          Maka dariitu, di dalam makalah ini telah tersusun pembahasan tentang konsep kesetaraangender dalam Islam, kedudukan yang sama antara laki-laki dan perempuan, danpembantahan akan prespektif yang menyatakan bahwa kedudukan wanita itu di bawahdan lemah, sehingga pantas untuk ditindas. Tidak ada yang lebih kuat dan lebihmenguasai, kedudukan kita di mata Tuhan adalah sama.  1.2. RumusanMasalah 1.  Apa perbedaan gender dan jenis kelamin?2.  Apa hakikat kesetaraan gender dan bagaimana kedudukanantara laki-laki dan perempuan dalam Islam?3.  Mengapa perlu adanya kesetaraan gender?4.  Mengapa terjadi pembiasan makna mengenai kesetaraangender di dalam Al-Quran?5.  Bagaimana cara Islam menaikan derajat kaum wanita danmembantah bahwa kaum wanita itu lemah? 1.3. Tujuan  1.  Menambah keimanan dan ketaqwaan umat Islam terhadap AllahSWT;2.  Untuk memahami konsep kesetaraan gender yang benar dalampandangan Islam;3.  Memberikan pengetahuan akan pentingnya kesetaraan genderdan mengahapuskan prespektif negatif di masyarakat mengenai kedudukan wanita;4.  Memperjelas kedudukan yang sama antara laki-laki danperempuan melalui kajian-kajian dari sumber yang jelas dan terpercaya;5.  Mewujudkan kehidupan yang adil dan bebas daridiskriminasi gender.              BAB 2PEMBAHASAN  2.1. Gender vsSeks MenurutLips (dikutip dalam Mufidah, 2013) ‘gender’sebagai cultural expectations for women and men atau harapan-harapan budayaterhadap laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, gender banyak dikaitkandengan kata lain seperti ketidakadilan, kesetaraan dan sebagainya, keduanyasulit untuk diperi pengertian secara terpisah.         Gender memiliki arti yang berbeda denganjenis kelamin. Gender berkaitan dengan peran dan fungsi antara laki-laki danperempuan, yang bisa berubah dari waktu ke waktu dan tidak sama di setiapnegara. Hal itu terjadi karena pembentukan gender dipengaruhi oleh norma-normadan kebudayaan. Gender antara laki-laki dan perempuan dapat salingbertukar.Contohnya adalah peran ibu dalam mengurus rumah tangga seperti memasakdan mencuci baju, peran ini bisa bertukar dengan seorang ayah. Bisa saja yangmelakukan pekerjaan demikian adalah seorang ayah yang notabennya adalahlaki-laki. Hal seperti itu sangat umum terjadi di negara barat sementara dinegara timur hal tersebut sangat aneh. Itu menunjukkan bahwa gender di setiapnegara berbeda-beda dan sesuai dengan norma kebudayaan negara masing-masing.         Sementara seks adalah jenis kelamin yangbekaitan dengan fungsi biologis antara laki-laki dan perempuan. Seks berupa identitasseseorang tentang jenis kelaminnya yang berupa testis untuk laki-laki dan ovum untukperempuan yang berfungsi sebagai alat reproduksi yang tetap sama alias tidakberubah dari waktu ke waktu dan sama di setiap negara karena jenis kelamintelah ditetapkan sejak manusia itu lahir dan tidak bisa diubah karena sesuaidengan kodrat yang telah ditentukan oleh Allah SWT.         Dari dalam al-Quran sendiri istilahgender tidak disebutkan sama persis dengan kata “gender” karena pada dasarnyabahasa al-Quran adalah bahasa arab, sementara kata gender berasal dari bahasalatin.  Mufidah(2013) mengemukakan bahwa di dalam al-Quran terdapat kata al-dzakar yangberkonotasi pada laki-laki dan al- untsa pada perempuan dari sisi biologis(seks). Sementara kata al-rijal bukan hanya merujuk pada jenis kelamin, tetapijuga kualifikasi budaya tertentu terutama sifat kejantanan. Pasangan dari ar-rijaladalah an-nisa yang merujuk pada perempuan, tetapi perempuan disini lebihbanyak dalam konteks reproduksi. Dengan demikian kesimpulannya al-dzakar danal-untsa merujuk pada jenis kelamin sementara al-rijal dan an-nisa merujuk padagender.  2.2 KesetaraanGender dalam Islam         Dari pemaparan 2.1.diketahui bahwakesetaraan gender adalah fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan yangsama. Sama atau setara dalam segala bidang baik dalam mendapatkan hak, akses,informasi, dan pelayanan yang sama sehingga terciptanya keadilan dan tidakadanya kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan. Salah satu poinpenting dari kesetaraan gender adalah pembebasan perempuan dari segala macambentuk diskriminasi, penindasan atau bentuk kekerasan lainnya terhadapperempuan.         Konsep kesetaraan gender telah munculsejak awal kedatangan Islam zaman Nabi Muhammad SAW. Islam turun sebagairahmatan lil ‘alamin yaitu agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagiseluruh makhluk-Nya. Sehingga pada awal kedatangan Islam, masyarakat arab masihdalam keadaan jahiliyah. Dimana kedudukan perempuan saat itu sangat direndahkan.Dalam QS. An-Nahl ayat 58/59: “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan(kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangatmarah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya beritayang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan penuh kehinaanatau menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknyaapa yang mereka tetapkan itu.”         Ayat diatas menunjukan kedudukanperempuan pada saat itu. Bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena merekaberanggapan bahwa perempuan sebagai beban dan aib. Sehingga, dengan datangnyaIslam dan Al-Quran sebagai pedoman hidup, Rasullulah berusaha untuk memperbaikikeadaan masyarakat arab dengan menghapuskan tradisi jahiliyah tersebut. KarenaIslam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin yang mengusung keadilan dankesejahteraan bagi seluruh makhluk ciptaan Allah SWT, konsep kesetaraan genderini juga tidak luput dari misi Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.Banyak sekaliayat-ayat di dalam Al-Quran yang menunjukan bahwa perempuan dan laki-lakimemiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak ada perbedaan ataupun lebihberkuasa dibanding satu sama lain.  QS. An-Nisa 4:124  “Barangsiapa yangmengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orangberiman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walausedikitpun.” QS. Al-Hujurat 49:13  “Hai manusia,sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuandan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu salingkenal-mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia diantara kamu disisi Allahialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahuilagi maha mengenal.”         Ayat diatas menjelaskan bahwa tidak adayang membedakan antara wanita dan laki-laki selain amal ibadah. Surga terbukabagi siapa saja yang beriman dan beramal soleh tidak memandang jenis kelaminatau gender tetapi berdasarkan amal ibadahnya selama di dunia..           Dalam QS.Al-A’raf 7:172 di jelaskan bahwa jiwa kita sebelum diturunkan kedalam rahimkita telah membuat perjanjian dengan Allah dan membuat kesaksian bahwa Allahadalah benar Tuhan kita. Dalam hal ini baik laki-laki maupun perempuansama-sama membuat kesaksian seperti itu. Umar (1999) menyatakan terdapat empat ayat yaitu QSAli-Imran. 3: 195. QS Al-Nisa. 4: 124, QS Al-Nahl. 16: 97, dan QS Gafir. 40: 40yang isinya mengungkapkan pesan  bahwaterdapat konsep kesetaraan gender yang bersifat ideal, secara tegas bahwaprestasi seseorang baik secara spiritual maupun karir profesional, tidak selaludimonopoli oleh salah satu jenis kelamin, dan Islam memberikan kesempatan yangsama antara  laki-laki maupun perempuandalam meraih prestasi secara maksimal. (Mufidah, 2013, p. 29)         Dengandemikian, di dalam Islam baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukandan tanggung jawab yang sama di hadapan Allah SWT. Terlihat bahwa konsep dasarIslam itu sendiri juga mengusung kesetaraan gender.  2.3.Kesetaraan Gender Harus Ditegakkan Data rasio kerja antara perempuan dan laki-laki diIndonesia menunjukan untuk laki-laki memiliki kesempata kerja yang lebih tinggiyakni  89%, sedangkan perempuan hanya 32%(Lestari, 2016). Rasulullah SAW bersabda: “Tiada anak yang dilahirkan kecuali suci (fitrah), maka kedua ibubapanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Manjusi.” {Haditsdiriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa` (no. 507); Al-Imam Ahmad dalamMusnad-nya (no. 8739); Al-Imam Al-Bukhari  dalam Kitabul Jana`iz (no. 1358, 1359, 1385),Kitabut Tafsir (no. 4775), Kitabul Qadar (no. 6599); Al-Imam Muslim dalamKitabul Qadar (no. 2658)} dikutip dalam artikel “Peranan Wanita Islam dalamAl-Quran dan Sunnah”  (Priyatna, 2011).         Dalam hadistersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa peran orang tua dalam mendidikanak-anaknya sangat besar. Jika seorang Ibu yang tidak mendapatkan pendidikandengan baik bagaimana dia bisa mengajarkan anak-anaknya. Wanita juga memiliki kewajiban untuk menyebarkan risalahkepada sesama wanita. Seperti dalam QS. At-Taubah9:71               Untuk bisamenyebarkan dan melaksanakan ajaran dalam Al-Quran, kaum wanita juga harusmemahami terlebih dahulu isi dan makna yang terkandung di dalamnya. Untukmemahaminya diperlukan akses dan kesempatan yang sama seperti laki-lakidapatkan dalam memperoleh pendidikan atau pengajaran. Pengetahuan itu sangatpenting agar kita menyadari kekuasaan Allah dan tidak salah dalam menyebarkanrisalah kepada umat muslim sesuai dengan makna kandungan yang ada di dalamAl-Quran.   2.4. PeramasalahanSaat Ini : Biasnya Makna Kesetaraan Gender       dalamAl-Quran       Menurut Ismail(2003) bias makna mengenai kesetaraan gender ini terjadi apabila hanyamenganalisis Al-Quran secara tekstual saja tanpa memperhatikan kontekssosio-budaya. Misalnya pada kasus poligami yang dianggap sebagai diskriminasigender. Dalam QS. An-Nisa 4:3Didalamnya dinyatakan bahwa seorang laki-laki dapatmengawini wanita sebanyak dua, tiga, atau empat yang dia senangi. Tetapi, jikalaki-laki tersebut dirasa tidak dapat berbuat adil maka hendaklah menikahi satuorang wanita saja.         Kita harusmengkaji ayat tersebut dengan melihat sosial kemasyarakatannya pada saat itu.Pada ayat tersebut hanya berupa pembenaran kontekstual bukan normatif artinyahanya berlaku pada saat itu. Ayat tersebut turun karena pada saat itu adaseorang laki-laki yang menguasai anak yatim dan kemudian mengawininya. Kemudiandia mengadakan perserikatan harta untuk berdagang hingga akhirnya anak yatimtersebut tidak mendapatkan apa-apa karena hartanya telah didikuasai olehsuaminya tersebut. Ayat ini turun sebagai teguran terhadap orang yang menikahiwanita yatim tersebut.         Pada masaitu para saudagar  kaya banyak yangmenikahi wanita lebih dari satu. Ath-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan bahwaseorang anggota Quraisy rata-rata mempunyai sepuluh orang istri. Jadi makna QS.An-Nisa ayat 3 ini jelas Islam tidak mendorong seorang mukmin untuk beristrilebih dari satu.          Lagi-lagikita harus melihatnya dari kondisi sosial kemasyarakatan pada saat itu. Padasaat itu jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki, karena laki-laki banyakyang gugur dalam medan perang sedangkan wanita membutuhkan perlindungan agarbisa menjaga mereka dari tawanan perang. Oleh karena itu, pada masa itupoligami dirasakan akan lebih baik daripada monogami, karena berguna bagi orangbanyak.         Saat inidari saudara muslim kita banyak yang salah paham akan makna dari ayat ini,banyak mukmin yang mempunyai istri lebih dari satu bukan untuk kepentinganorang banyak atau dalam keadaan mendesak alias tidak ada pilihan lain. Hanyamemikirkan nafsu belaka dengan dalih ayat tersebut. Padahal jika dikaji lebihmendalam ayat tersebut turun sesuai dengan kondisi masyarakat arab pada saatitu.         Menurut Ismail (2003) Faktor lain yangmenyebabkan bias makna ini adalah bahasa, ide-ide dalam bahasa arab yangmemiliki keterkaitan latar belakang kebudayaannya sendiri tentu sulit untukditransformasikan kedalam bahasa lain. Sebagai contoh QS. An-Nisa 4:34. Ayatini diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia: kaum laki-laki itu pemimpin bagikaum perempuan. Makna dalam bahasa Indonesia tidak memiliki kesamaan makna didalam bahasa Arab. Dalam bahasa Indonesia lebih terkesan otoriter dan bentukkekerasan terhadap perempuan. Tetapi, jika di artikan ke bahasa Inggris makamenjadi: man are the protectors andmaintainers of women. (laki-laki adalah pelindung dan penjaga bagiperempuan). Perbedaan penafsiran dari segi bahasa inilah yang membuat poin-pointentang kesetaraan gender dalam Al-Quran bias. Saatini pembiasan makna akan kesetaraan gender telah dirasakan secara global.Sebagai contoh: kasus LGBT. Lesbian berkembang sejak era feminisme di Eropa.Dengan dalih untuk kesetaraan gender dimana dengan adanya lesbianisme maka kaumwanita tidak akan dipandang lemah dan inferior dari kaum laki-laki. Namun jelasini adalah hal yang menyimpang. Cara ini sudah jelas-jelas salah baik secaramoral maupun berdasarkan ajaran agama. Di dalam Islam sendiri melarangpenyimpangan ini, yang diceritakan dalam kisah nabi luth. Salah satunyaterdapat dalam QS. Asy-Syuara26:165-175.          2.5.  Cara Islam Memuliakan wanita         Cara Islamuntuk menunjukan bahwa posisi seorang laki-laki dan perempuan itu samadisisi-Nya adalah dengan mengeluarkan ayat-ayat Al-Quran yang isinya memuliakanwanita dan memberikan kelebihan tertentu kepada kaum wanita untuk menaikkanderajat mereka dan membuktikan bahwa kedudukan mereka bukanlah inferiorsehingga mereka pantas untuk diperlakukan secara adil. 1. Allah mencela orangyang benci mendapatkan anak wanita. QS. An-Nahl 16:58-592. Untuk orang yangmenuduh wanita baik-baik berbuat zina, maka orang tersebut harus didera sebanyakdelapan puluh kali. QS. An-Nur 24:43. Allah melarang kitauntuk durhaka kepada ibu kita. QS. Al-Isra 17: 23-24, HR. Bukhari: 5975,Muslim: 5934.  Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang mengurusanak wanitanya dengan baik. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 178         Datahistoris menunjukkan bahwa kaum perempuan telah memberikan kontribusi yangsignifikan terhadap penulisan atau pembukuan al-Quran, contohnya Hafsah bintiUmar, seorang penghafal al-Quran dan pandai baca tulis. Ibnu ishaq, penulisbiografi awal, mengatakan bahwa lebih dari 50 perempuan ikut sebagai perawihadits. Dalam kitab Al-Muwatha’ juga banyak Hadits yang diriwayatkan olehperempuan. (Mufidah, 2013)   BAB 3PENUTUP  3.1.Kesimpulan        Kesetaraangender artinya kesetaraan peranan dan tanggung jawab antara laki-laki danperempuan, tidak ada diskriminasi gender sehingga terciptanya keadilan danpersamaan dalam memperoleh hak, mengakses informasi serta menikmati pelayananpublik yang ada. Dalam Al-Quran menyatakan bahwa antara laki-laki dan perempuanmemiliki kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih superior diantara keduanya.Pandangan masyarakat yang menyatakan bahwa wanita lebih rendah daripadalaki-laki telah terbantah di dalam Al-Quran. Banyak bukti ayat Al-Quran yangmenyatakan kemuliaan seorang wanita. Biasnya makna kesetaraan gender di dalamAl-Quran itu sendiri berasal dari kesalahan dalam metode penafsiran yang tidakmelihat konteks sosial budaya pada saat ayat tersebut turun dan perbedaanbahasa yang membuat ayat yang ditafsirkan memiliki arti yang berbeda denganbahasa aslinya. Kesetaraan gender perlu ditegakan demi terciptanya keadilan dansesuai dengan misi turunnya agama Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.  3.2. SaranDalam mewujudkan kesetaraan gender ini diperlukankerjasama yang bersinergi antara masyarakat, pemerintah dan tokoh masyarakat. ·   Pemerintah harusmemberikan akses universal dari segala bidang termasuk kesempatan pendidikanyang sama antar laki-laki dan perempuan.Melakukan pemberdayaan perempuanmelalui lembaga-lembaga pemberdayaan perempuan agar perempuan tidakketertinggalan·   Tokoh masyarakatterutama tokoh agama memberikan kajian-kajian kepada masyarakat mengenai maknadan kandungan isi Al-Quran tentang kesetaraan gender agar masyarakat mukmindapat memahami kebenaran Al-Quran. Menciptakan pemahaman yang universal antarsesama muslim sehingga tidak ada pembiasan makna lagi yang dapat menlahirkanpemikiran ataupun tindakan yang menyimpang terhadap Al-Quran itu sendiri.·   Masyarakat harusmenerapkan konsep ini dalam segala bidang baik hal kecil maupun hal besar.Contohnya tidak membedakan gaji antara karyawan laki-laki dan perempuan dalamtugas yang sama. DAFTAR PUSTAKA  DepartemenAgama RI. (2014). Al-quran danterjemahannya.     Jakarta: Panduan Muslim. Ismail,Nurjanah. (2003). Perempuan dalampasungan. Yogyakarta:      LKIS. Lestari,M.R.D. (2016). Indonesia masih alami diskriminasi gender.      November 21,2017. http://www.netralnews.com/news/kesra/read/28183/indonesia.masih.alami.diskriminasi.gender Mufidah.(2013). Psikologi keluarga islam.Malang: UMP. Priyatna, Rizky. (2011).Peranan wanita islam dalam al-quran dan sunnah. http://warrohmah.blogspot.com/2011/06/peranan-wanita-islam-dalam-al-quran-dan.htmlDiakses pada 1/10/2018, 11:23:27 AM Sulaeman. (2013). Konsep al-quran tentang gender. http://artikelmaman.blogspot.com/2013/12/konsep-alquran-tentang-gender.htmlDiakses 1/10/2018, 11:23:27 AM 

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here