Manusia tersebut haruslah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

Manusiaadalah makhluk sosial dan apabila tidak memiliki keterampilan hubungan sosialdengan baik dapat mendorong ke arah suatu kehidupan yang penuh dengan kesepiandan tekanan. Seseorang yang memiliki keterampilan hubungan sosial dapatmembantu orang menjadi menarik, mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, kemajuankarir dan membangun hubungan dengan orang lain secara efektif. Carteidge. GdanMillbren mengemukakan bahwa keterampilan hubungan sosial akan memperkuat perilakuyang proaktif dalam masyarakat, proforsional dan produktif, dapat memecahkanmasalah dengan orang lain, hidup bertanggung jawab dan disiplin, memupukperilaku berwawasan masyarakat, kebangsaan dan globa dan juga membantu dalamproses belajar.

            Siswa-siswa di sekolah membentuksuatu lingkungan pergaulan, yang dikenal sebagai lingkungan sosial siswa. Dalamlingkungan tersebut ditemukan adanya kedudukan dan peranan tertentu. Sebagaiilustrasi, seorang siswa dapat menjabat sebagai pengurus kelas, sebagai ketuakelas, sebagai ketua OSIS di sekolahnya, sebagai pengurus OSIS disekolah-sekolah di kotannya, di tingkat nasional.Kedudukan sebagai ketua kelas,ketua OSIS atau ketua OSIS tingkat provinsi memperoleh penghargaan dari sesameantarsiswa. Pada tingkat kota atau wilayah, terjadilah jaringan hubungan socialsiswa sekota atau sewilayah. Diantara semua proses interaksi sosial siswadiatas ada pengaruh sosial positif dan negative yang diterima oleh siswa.

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "Manusia tersebut haruslah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya...."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

            Dalam kehidupan sosial siswa makaseorang siswa tersebut haruslah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungansosialnya. Penyesuaian diri merupakan proses yang terus berlangsung dalamkehidupan individu. Situasi dalam kehidupan selalu berubah. Individu mengubahtujuan dalam hidupnya seiring dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.Jadi, Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan mengubahperilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individudengan diri sendiri, orang lain serta lingkungan, penyesuaian diri yangmerupakan proses interaksi antara diri sendiri dengan orang lain dan denganlingkungannya.

Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untukmenolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaanlingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Individu yang mampumenyesuaikan diri dengan baik, umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1)memiliki persepsi yang akurat terhadap realita, (2)kemampuan untuk beradaptasi dengan tekanan atau stres dan kecemasan, (3)mempunyai gambaran diri yang positif tentang dirinya, (4)kemampuan untuk mengekspresikan perasaanya, dan (5)relasi interpersoanal baik2.2.Pengertian Lingkungan Sosial                Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yangdapat mempengaruhi seseorang atau kelompok begitu juga seorang siswa untukdapat melakukan sesuatu tindakan serta perubahan-perubahan perilaku setiapindividu.

Lingkungan sosial yang kita kenal antara lain lingkungan keluarga,lingkungan teman sebaya, dan lingkungan tetangga. Keluarga merupakan lingkungansosial yang pertamakali dikenal oleh individu sejak lahir. Ayah, ibu, dananggota keluarga, merupakan lingkungan sosial yang secara langsung berhubungandengan individu, sedangkan masyarakat adalah lingkungan sosial yang dikenal danyang mempengaruhi pembentukan kepribadian anak, yang salah satu diantaranyaadalah teman sepermainan. LingkunganSosial menurut Stroz meliputi “semua kondisi-kondisi dalam dunia yang dalamcara-cara tertentu mempengaruhi tingkahlaku seseorang, termasuk pertumbuhan danperkembangan atau life processe, yang dapat pula dipandang sebagai penyiapanlingkungan (to provide environment) bagi generasi yang lain”.MenurutAmsyari  lingkungan sosial merupakan”manusia-manusia lain yang ada di sekitarnya seperti tetangga-tetangga,teman-teman, bahkan juga orang lain di sekitarnya yang belum dikenal”.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud denganlingkungan sosial adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia yangdapat memberikan pengaruh pada manusia tersebut, serta manusia-manusia lainyang ada di sekitarnya, seperti tetangga-tetangga, teman-teman, bahkan jugaorang lain di sekitarnya yang belum dikenal sekalipun. Dapat dimasukkan kedalam lingkungan sosial adalah semua manusia yang ada di sekitar seseorang ataudi sekitar kelompok. Lingkungan sosial ini dapat berbentuk perorangan maupundalam bentuk kelompok keluarga, teman sepermainan, tetangga, warga desa, wargakota, bangsa, dan seterusnyaPengaruhlingkungan, terutama lingkungan sosial secara terbuka tidak hanya berupahal-hal yang positif saja, melainkan juga meliputi efek yang negatif. Efeknegatif yang timbul akibat pengaruh lingkungan sosial salah satunya adalahkepribadian yang tidak selaras atau menyimpang dari lingkungan sosial dalambentuk kenakalan remaja, kejahatan, rendahnya rasa tanggungjawab, dan lainsebagainya yang dapat dilakukan oleh masing-masing individu. Hal yangdisebutkan diatas sangat sering terjadi pada seorang siswa.

Lingkungan sosialdapat membentuk perilaku siswa dalam belajar, bertanggung jawab, dan bertindakdengan orang lain Dalam hal ini individu yang dimaksud adalah pemulung anakusia Sekolah Menengah Atas. Prosessosialisasi individu terjadi di tiga lingkungan utama, yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dalam lingkungankeluarga, peserta didik mengembangkan pemikiran tersendiri yang merupakanpengukuhan dasar emosional dam optimisme sosial dengan orang tua dansaudarasaudaranya. Peserta didik belajar membina hubungan dengan temansekolahnya di lingkungan sekolah, kemudian peserta didik dihadapkan denganberbagai situasi dan masalah kemasyarakatan di dalam lingkungan masyarakat.Peserta didik memilih interaksi sosial yang baik dalam pergaulan akan membawadampak positif untuk menjadi lebih baik (berteman dengan orang-orang yangpintar, akan memberi semangat untuk bersaing dalam mendapat prestasi terbaik).

 2.3.Bentuk-bentuk lingkungansosial siswa            a.Faktorlingkungan keluarga Keluarga merupakan tempat pertama dan utamabagi anak dalam mendapatkan pendidikan dan kehidupan sosial. Pencapaian kepuasanpsikis yang diperoleh anak dalam kelurga akan sangat menentukan bagaimana anakakan bereaksi terhadap lingkungannya, anak-anak yang dibesarkan dalam keluargayang tidak harmonis atau broken home, di mana anak yang tidak mendapatkankepuasan psikis yang cukup, akan sulit mengembangkan keterampilan sosialnya.

Kurang adanya salingpengertian, kurang mampu menyesuaikan diri dengantuntutan-tuntutan orang tua dan saudara, kurang mampu berkomunikasi secarasehat, kurang mampu mandiri, kurang. Kehidupan seorang anak di keluarga jugaakan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pendidikan dan proses belajarsiswa di sekolah.            Pendidikan akhak,perbaikan watak, serta prilaku yang baik merupakan tugas dari lingkungankeluarga untuk mengajarkan kepada anak.

Hal tersebut dikarenakan sebelum anakterjun ke dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas si anak harus memilikibekal yang cukup, dan bekal tersebut didapat dari keluarganya, jika di dalamkeluarga si anak mendapatkan pendidikan yang baik dan terarah sepertipendidikan mengenai akhlaq, etika, cara bertutur kata dan pendidikan yanglainnya yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap kebiasaan, makabesar kemungkinannya si anak dapat sukses di luar lingkungan keluarganya.           Jika anak sudah terbiasa melakukan sesuatunya dengan baik di lingkungankeluarga maka dia akan selalu melakukan sesuatu hal yang baik pula ketika diakeluar dari lingkungan keluarga. Atas dasar itu lah keluarga sangat berperanpenting dalam mendidik anak. Karena jika seseorang telah sukses di dalamkeluarganya, bukan tidak mungkin jika seseorang terjun ke dunia masyarakat yanglebih luas dari keluarga, maka masyarakat tersebut akan baik pula tergantungbagaimana keluarga mendidiknya.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa perankeluarga dalam pendidikan anak sangatlah besar, keluarga merupakan unsurterkecil dalam sebuah masyarakat, dari lingkungan keluargalah anak tumbuh danberkembang dan dari sinilah awal pendidikan diperoleh oleh anak, darikeluargalah anak belajar berprilaku, dan bersikap, ketika keluarga telahmenanamkan akhlak yang baik, perilak yang baik, etika yang baik, dan akhirnyaterbentuk sebuah kebiasaan yang baik, maka anak tersebut berarti telah siapuntuk mengarungi kehidupan di luar lingkungan keluarga seperti di sekolah b.Lingkunganteman sebaya            Teman sebaya adalah sebuah faktoryang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan pada masa-masa usia remaja. Halini disebabkan karena remaja dalam masyarakat modern seperti sekarang ini banyakmenghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan teman sebaya mereka dalamberbagai aktifitas dan kegiatan baik yang positif ataupun negative . Pada usiaremaja hubungan dengan teman sebaya meningkat secara pesat, dan pada saat yang samaintensitas kedekatan hubungan remaja dengan orang tua malah menurun  secara drastis. Padahal seperti yang kitaketahui, adalah salah satu konteks sosial yang sangat penting bagi perkembanganindividu. Meskipun perkembangan anak juga tidak terlepas dari pengaruh apa yangterjadi dalam konteks sosial yang lain seperti relasi dengan teman sebaya.           adapun faktor-faktor yang sangat mempengaruhi yaitu :1.

Faktorimitasi adalah faktor dimana adanya dorongan untuk meniru orang lain, misalnyadalam hal   tingkah laku dan cara berpakaian.2.Faktorsugesti adalah dimana adanya  pengaruhpsikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun   dariorang lain dan dapat di terima tanpa adanya kritik orang lain.

3.Faktorsimpati adalah suatu perasaan tertarik kepada orang lain. Temansebaya memang memiliki peran yang penting dalam diri seorang individu. Perananteman-teman sebaya terhadap remaja yang paling utama adalah berkaitan dengansikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku. Usia remaja sering sekalimenilai bahwa bila dirinya memakai model pakaian yang sama dengan anggotakelompoknya yang populer maka kesempatan baginya untuk diterima olehteman-teman sebayanya. Dalam suatu persahabatan di dalamnya terdapat suatu sistemdan norma-norma kelompok yang mengatur , seperti harus mengerjai siswa lainnya.Hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama dan mereka sulit di pisahkan darikelompok tersebut.

Pengaruh negatif interaksi sosial ini  didalam persahabatan yaitu sangat erat sekaliakan terjadi perilaku menyimpang yaitu kenakalan remaja akibat dari pengaruhsahabat.            Demikian juga apabila anggota kelompokmencoba minuman alkohol, obat-obatan terlarang atau rokok, maka remaja akanmengikuti tanpa memperdulikan perasaannya sendiri dan tidak berpikir panjangterhadap akibatnya. Hal ini berarti bahwa menunjukan bahwa kuatnya pengaruhteman sebaya terhadap perkembangan hubungan sosial dan pendidikan anak remaja.

Remajayang cenderung bergaul dengan teman-teman sebayanya yang sering mabuk-mabukandan menggunakan narkoba akan sangat rentang terpengaruh  untuk mengikuti gaya hidup mereka. Meskipunbelum dinyatakan mutlak bahwa remaja tersebut akan mengikuti gaya hidupteman-temannya, namun perlu disadari bahwa masa remaja merupakanketidakstabilan emosional dan psikologis, baik dalam pemikiran dan peganganprinsip hidup.Dengantimbulnya rasa ingin tahu yang besar dan ingin mendapatkan pengakuan dariteman-teman sebaya. Teman sebaya diakui dapat mempengaruhi proses pertimbangandan keputusan seorang remaja tentang perilaku dalam dirinya.

Walaupun remaja sudahmencapai tahap perkembangan ditahap kognitif yang lengkap untuk menentukantindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku masih banyakdipengaruhi oleh tekanan dari teman sebaya.Teman sebaya ini jugalah yang mampumemberikan nilai positif pada remaja dengan memberikan informasi-informasimengenai perbandingan identitas dirinya. Remaja yang pandai menempatkan dirinyapada suatu lingkungan teman sebaya yang baik akan dapat mengembangkan identitasdirinya kearah yang lebih baik atau positif.            Di dalam pendidikan yang dijalani, pengaruhteman sebaya juga banyak  ditemui disekolah.

Meskipun sebuah  sekolah tidakmembagi kelas berdasarkan umur dan anak dibiarkan menentukan sendiri pergaulanmereka. Teman sebaya ini tidak hanya di temui dalam pergaulan di lingkunganrumah tetapi juga di sekolah anak-anak remaja banyak menghabiskan waktunya.Dalamsebuah pergaulan teman sebaya di sekolah khususnya di kelas, remaja usiasekitar SMP dan SMA biasanya terjadi seleksi teman-teman baik yang disenangidan tidak disenangi. Hal inilah yang di dukung dengan kepribadian remajatersebut, namun apakah yang terjadi dengan kepribadian remaja tersebut apabilaia masuk ke dalam teman yang di senangi tentu akan memberi dampak yang berbeda.Remaja yang banyak di senangi oleh teman-temannya tentu saja akan lebih bisamengembangkan sikap kecerdasan sosialnya dan berperilaku yang besar akan empati.Sementara remaja yang di kucilkan, dia akan menampilkan perilaku agresif padalingkungan disamping juga implusif.

Ini berarti bahwa dampak dari seleksitersebut dapat mempengaruhi perkembangan identitas remaja. c.Lingkungansosial masyarakat            Peran masyarakat terhadapkeberhasilan siswa dalam belajar juga sangat besar.

Seorang siswa memilikiperan dan fungsi di masyarakat. Peran dan fungsi di dalam masyarakat secaratidak langsung akan memberi pengaruh kedalam diri siswa dalam proses belajar.Jika masyarakat memandang seorang siswa tersebut sebagai seseorang yang baikdan dikenal melalui prestasinya maka sang anak akan semakin termotivasi untuksemakin meningkatkan prestasinya. Namun terkadang masyrakat memberikan labelkepada seorang anak bahwa seorang anak tersebut adalah anak yang pembangkang,suka bolos, atau suka tawuran, maka hal tersebut akan berpengaruh pada kondisipsikologis siswa dimana siswa tersebut secara perlahan akan semakin menurunprestasinya dan semakin masuk ke dalam hal-hal negatif seperti yang telahdilabelkan oleh masyarakat kepadanya.

            Hubungan sosial siswa dalammasyarakat sangat memerlukan penyesuaian diri yang baik, supaya kita dapatbergaul dengan orang lain, dan merupakan hakikat dari penyesuaiaan diri sosial.Bergaul dengan baik berarti mengembangkan hubungan yang sehat dan ramah, senangbersahabat dengan orang lain, menghargai hak, pendapat, dan kepribadian oranglain, dan terutama sangat menghargai integritas pribadi dan nilai sesamamanusia. Kesadaran sosial dalam hubungan sosial juga memerlukan perhatian yangtulus dan bahkan berpartisipasi dalam pengalaman, harapan, ambisi, kekecewaan,dan kegagalan orang yang hidup dengan kita.2.4.Bentuk permasalahan sosialsiswaa.Tawuranantar pelajar                Tawuran merupakan perkelahiansecara massal yang dilakukan secara ramai-ramai antara sekelompok pelajar satudengan pelajar lainnya. Tawuran sudah menjadi mode bagi pelajar-pelajar, yangmenjadi bahan utama tawuran antar pelajar hanya menjadi gejala sosial yangterdapat pada pelajar perkotaan.

Gejala sosial seperti ini sudah sangat jelasbertentangan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Tawuran awalnya hanyadiawali karena adanya konflik yang terjadi antar satu sekolah atau konflikantar sekolah, entah itu karena perasaan solidaritas antar siswa dansebagainya.Perkelahian akan menghasilkan konflik antar siswa dari sekolah yang berlainan.Terkadang siswa yang terpaksa ikut tawuran karena tidak ingin disebut tidaksolidaritas atau tidak setia kawan dan tidak memiliki keberanian alias penakut.Tawuran antar pelajar merupakan gejala sosial yang serius, karena pesertatawuran mengabikan norma yang ada dan melibatkan korban yang tidak bersalah danmerusak benda yang ada disekitar. Tawuran menjadi salah satu kegiatan yangturun temurun pada sekolah tertentu.

                Jelas bahwa sebuah perkelahianantar pelajar ini merugikan banyak pihak. Terdapat empat kategori dampak negativeyang timbul  dari perkelahian pelajar.Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang ikut terlibat dalam sebuah perkelahiansendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera ataubahkan menimbulkan korban jiwa. Kedua, akan menyebabkan rusaknya fasilitas umumseperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kacatoko dan kendaraan. Ketiga, menyebabkan terganggunya proses belajar yangdijalaninya di sekolah. Terakhir, adalah yang paling dikhawatirkan oleh parapendidik adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaiandan nilai-nilai hidup orang lain.

Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan merupakansebuah cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah mereka, dan oleh karenanyamemilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya dapat  tercapai. Akibat yang terakhir inilah yang  jelas memiliki konsekuensi jangka panjangterhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia. b.PenyalahgunaanNarkoba             Permasalahan narkoba di Indonesiamasih merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurun waktusatu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti denganbertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan,seiring meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakinberagam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya.

Dampak daripenyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depanpenyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakanstrata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan. Sampai saat ini tingkatperedaran narkoba sudah merambah pada berbagai level, tidak hanya pada daerahperkotaan saja melainkan sudah menyentuh komunitas pedesaan. Penggunaannarkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di kalangan remaja dinilaimemprihatinkan. Tidakhanya itu, angka pengguna narkoba di Ibu Kota DKI Jakarta, juga terbilangtinggi. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2,2% dari totalpopulasi orang di Indonesia terjerat narkoba. Hal itu berdasarkan hasilpenelitian terbaru BNN dan Universitas Indonesia (UI). Di Provinsi Jawa Tengah,terdapat sekitar 500 ribu penduduk yang terlibat dalam penyalahgunaanobat-obatan terlarang tersebut. Sedangkan, penggunaan narkoba di wilayah DKIJakarta mencapai angka 7% dan merupakan angka tertinggi dibandingkan dengankota lain.

Kota lain rata-rata hanya berada pada angka 2,2% pengguna darijumlah penduduknya, selisih 4,8% dibandingkan dengan Jakarta. c.Perjudiandan seks bebas                Pada zaman sekarang banyak darisemua kalangan yang melakukan segala jenis dari taruhan , terutama pada kalangananak muda. Seperti contoh nya adalah ketika sekelompok anak muda yang akanbertanding sepakbola. Mereka bersepakat untuk melakukan taruhan tersebut. Danketika salah satu dari mereka kalah , pihak yang kalah akan membayar taruhantersebut.Sedangkan untuk pihak yang menang akan mendapat uang taruhan.

Padaumumnya taruhan memiliki sifat yang sama seperi berjudi . Yaitu ada pihak yangdiuntungkan dan ada pihak yang dirugikan. Perilaku yang terbentuk oleh orangyang melakukan taruhan tersebut akan sangat terlihat.

Pada umumnya perilakuyang terbentuk itu akan mencondong ke perilaku yang negatif. Permasalahaninilah yang paling banyak terlihat dari anak muda pada zaman sekarang ini.                Perkembangan teknologi sekarangini telah banyak memberi dampak buruk bagi remaja sehingga menyebabkanterjadinya kenakalan remaja. Kemajuan teknologi telah mengubah pikiran remaja.Perubahan pola pikir remaja juga disertai dengan perubahan perilaku remajadalam mengikuti zaman modernisasi. Kenakalan remaja tidak hanya disebabkan olehpengaruh teknologi yang semakin modern, namun bisa juga disebabkan olehberbagai faktor. Para remaja sudah terjerumus dalam seks bebas.

Oleh karenaitu, orang tua dan para guru harus memberi bimbingan yang banyak. Pergaulanzaman sekarang ini terasa sangat bebas, bahkan terlalu bebas. Sehingga banyakremaja yang menyalah gunakan kebebasan itu, banyak yang mengatakan masa remajaadalah masa-masa yang indah buat pacaran.

Tapi terkadang pacaran itu banyakyang disalah gunakan, berakhirnya pacaran biasanya mengakibatkan kekerasandalam hubungan, bahkan bisa saja sampai bunuh diri. Sebab dari akhir pacaranyang disebutkan diatas, contohnya seperti remaja yang tidak mendengarkanomongan orang tua dan menuruti nasihat orang tua, dan tidak jarang juga orangtua yang terlalu memberikan kebebasan kepada anaknya sendiri. Dalam pacaranpasti ada dampaknya pada kehidupan, seperti itu positif maupun pun yang negatiftergantung pada yang menjalaninnya. Hal seperti ini sangat berpengaruh besarpada yang berpacaran dan diwajibkan memperhatikan dengan serius tentang seksbebas.

Dorongan rasa menginginkan seks bebas sangat banyak membuat kalanganremaja di Indonesia yang mengakibatkan remaja itu menjadi tidak takutmenghadapi pengaruh negatif seks bebas. 2.5.Pengaruh lingkungan sosialterhadap proses belajar siswa            Dari uraian diatas kita dapatmelihat bahwa pengaruh dari lingkungan sosial terhadap proses dan prestasibelajar siswa di sekolah sangatlah besar. Pengaruh-pengaruh yang datang darilingkungan sosial dimana siswa hidup dan berinteraksi dapat menyebabkanburuknya proses dan prestasi belajar pada seorang siswa. Seorang siswa yangmasih pada usia remaja tentu saja belum dapat bertindak dan berpikir secaradewasa sehingga sangat mudah untuk terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Halini sangat berbahaya apabila dalam proses pertumbuhannya seorang anak tidak adapengawasan baik dari orang tua, sekolah, ataupun masyarakat.

Masuknyapengaruh-pengaruh buruk kedalam diri siswa akan menyebabkan proses beajarnyaterganggu dan prestasi yang didapatkan kurang sesuai dengan harapan.            Permasalahan sosial siswa sepertitawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba dan obat obatan terlarang, seksbebas dan perjudian, serta permasalahan-permasaahan lain sangat berefek burukpada kondisi psikologis dan kemampuan siswa dalam belajar. Secara perlahanpengaruh negative yang didapatkan dari lingkungan sosial akan menyebabkan siswamerasa malas dan tidak memperhatikan pendidikannya lagi. Siswa tersebut akanbersifat acuh, atau bahkan menganggap pendidikan bukanlah sesuatu hal yangpenting dan pada akhirnya hasil buruk lah yang akan diperoleh siswa tersebut.Permasalahan yang akan timbul pada diri seorang siswa tidak hanya akanmeberikan efek buruk pada penurunan prestasu dan kemampuan belajarnya namunjuga akan memberikan dampak negative kepada lingkungan sekitarnya. Misalnyaseorang siswa akan memberikan pengaruh kepada teman-temannya untuk ikutberperilaku menyimpang sama seperti dirinya. Hal tersebut tentu akanmenyebabkan permasalahan semakin besar.

            Untuk mencegah hal seperti diatasdimana permasalahan akan timbul atau semakin membesar, maka dibutuhkan kerjasama antar berbagai pihak untuk ikut serta berperan aktif mengawasi prosespertumbuhan dan perkembangan seorang siswa. Pihak-pihak seperti keluarga,sekolah dan juga masyarakat harus mampu mengarahkan siswa pada hal-hal positifsehingga tujuan pendidikan yang sedang dijalani oleh siswa dapat tercapai.Penanaman moral dan nilai-nilai agama dalam diri siswa akan sangat efektif sebagaibenteng pertahanan diri sehingga siswa tidak akan mudah terpengaruh olehlingkungan buruk dan bahkan tidak akan terjerumus untuk berbuat menyimpang.Jika nilai agama dan moral siswa sudah baik maka secara otomatis pengaruh burukyang dapat timbul dari lingkungan sosial akan bisa dicegah sehingga tidak akanmenyebabkan pendidikan siswa terganggu

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here