Pemberdayaan kearifan local yang sudah turun temurun diwarisi

Topics: Free samples

Type:

Sample donated:

Last updated: August 15, 2019

Pemberdayaanmasyarakat sekarang ini menjadi tren yang populer bagi semua lembaga untukberkontribusi kepada masyarakat.

Namun apakah tren ini membentuk suatumasyarakat yang mandiri? Menurut pendapat penulis belum efektiv.Program-program pemberdayaan masyarakat yang di laksanakan sekarang ini baikdari pemerintah, maupun NGO belum efektif menjadikan  masyarakat yang benar-benar madiri, karenaprogram pemberdayaan yang di lakukan selama ini seringkali hanya mengasumsikanmasyarakat sebagai objek yang di berdayakan. bahkan kadangkala pihak pemberdayajuga membawa nilai-nilai baru yang seragam dan harus di aplikasikan olehmasyarakat tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kearifan local yang sudah turuntemurun diwarisi oleh masyarakat. Idealnya pemberdayaan masyarakat harusberangkat dari nilai-nilai dan dinamika masyarakat, bersumber dan dilakukanatas kemauan masyarakat sendiri dan pihak pemberdaya hanya memencing atau pen-stimuluskekuatan masyarakat. Masyarakat sejak terbentuknya sudah memiliki nilaikearifan bersama, dalam masyarakat sudah terbentuk sebuah system yang diakuibersama dan mapan melalui pergolakan social yang panjang dan teruji. Atas dasaritulah sebenarnya masyarakat memiliki modal social untuk berdaya sendiri.Program-programpemberdayaan yang selama ini dilakukan justru merusak modal social yang sudahtertanam di masyarakat.

Don't use plagiarized sources.
Get Your Custom Essay on "Pemberdayaan kearifan local yang sudah turun temurun diwarisi..."
For You For Only $13.90/page!


Get custom paper

Sebuah contoh, di wilayah dampingan penulis yaitu diDesa Galih Sari Kecamata Lalan Sumatra Selatan yang awalnya sebelum adanyaprogram-program CSR, masyarakat masih rutin melakukan kegiatan gotong-royongatau “royongan” dalam bahasa local dalam melakukan pebaikan jalan desa,penggarapan sawah, dan kerja bakti membersihkan lingkungan desa. Tapi setelahadanya program pemberdayaan justru berubah dengan segala sesuatu yang dinilaidengan uang, masyarakat akan bekerja jika ada upahnya (uang). Dalam hubungannyadengan pemberdayaan, bahwa sebenarnya masyarakat sendiri sudah menyimpan tenagadalam yang cukup besar yaitu sebua modal social. Ironisnya modal socialtersebut terkikis oleh paket pemberdayaan dari pihak luar yang seringkalidipaksakan.

Oleh sebab itu masyarakat harus diberi ruang kretifitas yang lebihdalam merumuskan kebutuhan, potensi, peluang dan tantangan secara mandiri.Berdasarkanuraian diatas, penulis berasumsi bahwa sebenarnya program pemberdayaanmasyarakat desa seharusnya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup dankemakmuran masyarakat. Dalam hal ini, keberlangsungan hidup adalah kemandiriandalam melakukan berbagai aktifitas baik dilakukan dengan cara individu ataupundengan cara kelompok, demi memenuhi kebutuhan materi maupun non-materi secaraberkelanjutan dan mandiri. Menumbuhkan potensi masyarakat desa berarti harusmendorong proses pembelajaran bersama antar pihak pihak yang terkait didalamnyauntuk mengetahuai masalah-masalah yang dihadapi,  mengenali suberdaya yang dimiliki danmenyusun kekuatan utuk mengatasi permasalahan.

Dalamkenyataanya, kehidupan social masyarakat desa sangat rentan tehadap perubahan.Kerentanan ini tidak boleh diabaikan, karena dapat mengancam tatanan socialdalam masyarakat. Oleh sebab itu, untuk menjaga keberlanjutan tatanan  masyarakat dibutuhkan perlindungan socialsebagai tembok pertahanan social. Atas dasar persoalan tersebut maka munculpertanyaan, skema perlindungan social seperti apa yang biasa di kembangkan agarmasyarakat tetap biasa menjaga keberlangsungan kehidupannya?  Pertanyaan inilah sebenarnya yang harus dijawab oleh aktivis-aktivis pelaku pemberdayaan masyarakat. Kerentanansocial yang yang saat ini terjadi di berbagai desa di Indonesia cenderungdisebabkan oleh kesenjangan struktur social yang dipengaruhi oleh perubahaninternal dan eksternal masyarakat yang bersangkutan. Untuk merubah kerentanantersebut masyarakat desa harus di berdayakan secara pemikirannya agar memilikikesadaran kritis dan kepercayaan diri untuk memperbaiki kehidupannya.Selanjutnya, pemberdayaan masyarakat harus di lakukan dengan melibatkanindividu dan kelompok untuk mengakses sumber-sumper pembangunan dan keahlianuntuk memanfaatkan sumber tersebut secara efektiv dan bijaksanaDalamkonteks pemberdayaan masyarakat desa, penguatan modal social sebenarnya merupakanwadah yang efektif untuk menyelenggarakan perlindungan social oleh masyarakatdengan cara mandiri sehingga akan tercipta ketahanan social yang semakin kuat.Semakin kuat ketahan social masyarakat yang di upayakan atas spiritkemandirian, maka keberlangsungan kehidupannya akan menjadi keniscayaan.

Choose your subject

x

Hi!
I'm Jessica!

Don't know how to start your paper? Worry no more! Get professional writing assistance from me.

Click here